MURATARA – SeputarKito.com, Puluhan rumah masyarakat
di Desa Muara Batang Empu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara
(Muratara) terancam hanyut ke aliran sungai Rupit. Pasalnya dinding tebing
penahan air longsor, sehingga hanya berjarak setengah meter lagi ke pemukiman
masyarakat. Ironisnya sudah puluhan tahun tak kunjung adanya pembangunan talud.
Hal itu terjadi karena sebulan terakhir ini hujan deras di bumi Beselang Serundingan.
Kekhawatiran itu di rasakan warga dusun I, II, III dan dusun
IV Desa Muara Batang Empu, sehingga mereka meminta kepada pemerintah segera
mendirikan talud untuk penahan dinding tebing dialiran sungai supaya tidak
terjadi hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat.
Jika hujan terus melanda di Desa tersebut kekhawatiran masyarakat
terancam terkena musibah itu akan terbukti, sebab belum ada
masyarakat yang mengungsi dari kediamannya. Tidak hanya itu, bahkan juga
mengancam akses jalan provinsi yang ada di desanya.
Zainal (59) warga desa Muara Batang Empu
mengatakan kejadian ini saat hujan deras beberapa hari lalu. Nah, salah satu
titik longsor yang paling parah adalah di tebing sungai tepat di belakang
rumahnya.
“Sekarang rumah saya sudah sangat dekat
sekali dengan sungai, paling tinggal setengah meter lagi,” katanya singkat, seraya
mengaku berharap adanya perhatian dari pemerintah supaya segera mendirikan
talud.
Sementara itu, Kepala Desa Muara Batang Empu Budi Iswadi, membenarkan kejadian itu,
menurutnya longsor yang terjadi di Desanya bisa berdampak pada ambruk nya rumah
warga. Tidak hanya itu, longsor juga dapat mengakibatkan jalan Provinsi
terputus.
“Kalau di dusun tigo jarak antara sungai
dan jalan Provinsi sekitar 5 meter, sementara di Dusun duo jarak antara sungai dengan jalan Provinsi
sekitar 10 meter. kalo hujan terus, bakal longsor lagi,” jelasnya.
Lanjut Budi, longsor tidak hanya terjadi di
tebing sungai, longsor juga terjadi di tebing jalan. Akibatnya material longsor
menutupi badan jalan di Dusun I. “Alhamdulillah sudah kita bersihkan, dibantu
oleh masyarakat setempat,” terangnya.
Budi menambahkan, sebagai Kepala Desa, pihaknya sudah mengirim Surat
Pemberitahuan kepada instansi terkait perihal bencana longsor tersebut, ia
berharap ada bantuan untuk membantu warga dan desanya.
“Kami
sudah mengirimkan surat pemberitahuan, tujuannya ke BAPPEDA, tembusannya ke Pak
Bupati, Pak Camat, Dinas PU Perumahan dan Pemukiman, Dinas Sosial, dan juga ke
BPBD,” ungkapnya.
Lebih lanjut Budi mengatakan warga yang rumahnya terancam ambruk
tentunya sangat berharap sekali kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara,
melalui instansi terkait agar segera mengambil tindakan.
“Apabila Pemkab lambat mengambil tindakan, takutnya ada longsor
susulan, maka tidak menutup kemungkinan rumah warga dan jalan Provinsi itu akan
ikut amblas ke sungai," tutupnya.
