Jumat, 17 Maret 2017

Puluhan Rumah Warga Terancam Hanyut


MURATARA – SeputarKito.com, Puluhan rumah masyarakat di Desa Muara Batang Empu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terancam hanyut ke aliran sungai Rupit. Pasalnya dinding tebing penahan air longsor, sehingga hanya berjarak setengah meter lagi ke pemukiman masyarakat. Ironisnya sudah puluhan tahun tak kunjung adanya pembangunan talud. Hal itu terjadi karena sebulan terakhir ini hujan deras di bumi Beselang Serundingan.

Kekhawatiran itu di rasakan warga dusun I, II, III dan dusun IV Desa Muara Batang Empu, sehingga mereka meminta kepada pemerintah segera mendirikan talud untuk penahan dinding tebing dialiran sungai supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

Jika hujan terus melanda di Desa tersebut kekhawatiran masyarakat terancam terkena musibah itu akan terbukti, sebab belum ada masyarakat yang mengungsi dari kediamannya. Tidak hanya itu, bahkan juga mengancam akses jalan provinsi yang ada di desanya.

Zainal (59) warga desa Muara Batang Empu mengatakan kejadian ini saat hujan deras beberapa hari lalu. Nah, salah satu titik longsor yang paling parah adalah di tebing sungai tepat di belakang rumahnya.

“Sekarang rumah saya sudah sangat dekat sekali dengan sungai, paling tinggal setengah meter lagi,” katanya singkat, seraya mengaku berharap adanya perhatian dari pemerintah supaya segera mendirikan talud.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Batang Empu Budi Iswadi, membenarkan kejadian itu, menurutnya longsor yang terjadi di Desanya bisa berdampak pada ambruk nya rumah warga. Tidak hanya itu, longsor juga dapat mengakibatkan jalan Provinsi terputus.

“Kalau di dusun tigo jarak antara sungai dan jalan Provinsi sekitar 5 meter, sementara di Dusun duo jarak antara sungai dengan jalan Provinsi sekitar 10 meter. kalo hujan terus, bakal longsor lagi,” jelasnya.

Lanjut Budi, longsor tidak hanya terjadi di tebing sungai, longsor juga terjadi di tebing jalan. Akibatnya material longsor menutupi badan jalan di Dusun I. “Alhamdulillah sudah kita bersihkan, dibantu oleh masyarakat setempat,” terangnya.

Budi menambahkan, sebagai Kepala Desa, pihaknya sudah mengirim Surat Pemberitahuan kepada instansi terkait perihal bencana longsor tersebut, ia berharap ada bantuan untuk membantu warga dan desanya.

Kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan, tujuannya ke BAPPEDA, tembusannya ke Pak Bupati, Pak Camat, Dinas PU Perumahan dan Pemukiman, Dinas Sosial, dan juga ke BPBD,”‎ ungkapnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan warga yang rumahnya terancam ambruk tentunya sangat berharap sekali kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, melalui instansi terkait agar segera mengambil tindakan.

“Apabila Pemkab lambat mengambil tindakan, takutnya ada longsor susulan, maka tidak menutup kemungkinan rumah warga dan jalan Provinsi itu akan ikut amblas ke sungai," tutupnya.