Tampilkan postingan dengan label Info Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juli 2017

Demi Transparansi, Pemdes Lubuk Kumbung Pampang Baliho APBDes 2017

Muratara - SeputarKito.com, Meskipun baru bersifat imbauan, bagi Pemerintah 
Desa (pemdes) Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sudah mulai melakukan perintah Kementerian Desa untuk memasang spanduk atau baliho APBDes di Desanya.

Menurut kepala Deaa Lubuk Kumbung, Muhammad Halian, dia belum mendapatkan perintah secara resmi untuk memasang baliho baik dari pemerintah Kabupaten Muratara, Provinsi  maupun pusat. Namun, dia katakan semua itu demi transparansi. 

“Jujur kita belum terima surat edaran yang mewajibkan agar memasang baliho tersebut, baik dari Kemendes ataupun dari pemkab. Namun ini sebagai bentuk transparansi penggunaan APBDes kepada masyarakat, agar masyarakat tahu uang yang masuk berapa dan dibelanjakan apa saja,” ujar Halian, saat wawancara awak media SeputarKito, Lubuk Kumbung, Sabtu, 1 Juli 2017.

Dikatakannya, di era modern saat ini, sudah selayaknya badan atau lembaga yang menggunakan atau membelanjakan uang negara harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Masyarakat, menurutnya, harus menjadi kontrol dan mitra pemerintah untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar pembangunan di tingkat desa bisa maksimal.

“Selain itu, dengan begini tugas pemerintah desa lebih mudah. Kita tidak perlu menjelaskan tentang APBDes kepada perorangan, tinggal yang mau tahu silakan datang ke balai desa dan bisa dilihat langsung. Tapi kalau ada yang bertanya tetap kita kasih penjelasan,” imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Karang Jaya, Afrizal, mengapresiasi langkah Desa Lubuk Kumbung yang sudah berani melakukan transparansi penggunaan anggarannya.

Menurutnya, hal tersebut alangkah baiknya juga diikuti oleh dinas atau instansi, baik oleh SKPD atau sekolah yang menggunakan dana BOS.

Sehingga Kabupaten Muratara bisa menjadi contoh untuk transparansi akuntabilitas dan anggaran bagi wilayah-wilayah lainnya.

“Dua jempol untuk desa-desa yang sudah berani pasang. Apalagi kalau sekolah dan dinas juga pasang. Pokoknya, setiap pengguna anggaran kalau bisa harus pasang,” paparnya.

Laporan : Supriyadi 
Editor : Dwi Irmayanti

Selasa, 09 Mei 2017

Aktivitas Jalan Lubuk Kumbung Terganggu Akibat Excavator PT CLBB Mogok

Lubuk Kumbung - SeputarKito.com, alat berat excavator type PC 200 milik perusahan Citra Loka Bumi Begawan (CLBB) yang rusak di jalan penghubung Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara menganggu aktivitas transportasi warga Desa  Lubuk Kumbung dan sekitarnya, Selasa, 9 Mei 2017. 

Pantauan wartawan SeputarKito.com, dilokasi, alat berat yang sudah mangkrak selama tiga bulan sejak bulan Februari 2017 ini belum juga diambil oleh pemiliknya. 

Hal ini diakui oleh Aan (32) warga Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan  Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Menurutnya, alat berat tersebut sangat mengganggu aktivitas transportasi dijalan desanya. Pasal, excavator tersebut tersebut menduduki bahu jalan menuju ke Desa Lubuk Kumbung. 

"Excavator punyo PT CLBB yang mangkarak dijalan Desa kami tersebut sangat mengganggu aktivitas transportasi jalan," katanya saat diwawancarai melalui telpon, Lubuk Kumbung, Selasa, 9 Mei 2017. 

Lanjutnya, seharusnya excavator yang rusak itu, seharus cepat-cepat dipindahkan dari bahu jalan. Baginya, jangan sampai menganggu aktivitas warga. 

"Alat berat itu harus cepat dipindahkan jangan sampai menganggu kelancaran aktivitas warga," tambahnya. 

Sementara itu, kepala Desa Lubuk Kumbung, Muhammad Halian membenarkan adanya excavator milik perusahaan sawit PT CLBB.  Selain itu ia berharap kepada pihak terkait untuk dapat segera memindahkan alat berat tersebut. 

"Alat tersebut sudah lama berada dibahu jalan menuju Desa kami, kami berharap supaya alat itu cepat dipindahkan," tutupnya. 

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

Korban Tenggelam Dan Hayut Di Sungai Rupit Ditemukan


Rupit - SeputarKito.com, Gabril Sepriansyah alias Dedek (5) anak Ujang, warga KBM Kelurahan Rupit RT 10 Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang tenggelam di sungai Rupit sekitar pukul 14.30 WIB pada hari Minggu (7/5/2017) lalu sudah ditemukan oleh Tim gabungan Tagana Muratara, SAR Sumsel, TNI, Kepolisian, Masyarakat di Kelurahan  Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa, 9 Mei 2017.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muratara, Zainal Arifin Daud melalui akun facebooknya menuliskan bahwa pihaknya bersama tim Tagana Muratara, TNI, Kepolisian dan Tim SAR Sumsel sudah menemukan mayat Gabril yang hilang di sungai Rupit.

"Alhamdulillah, Mayat Gabril yang tenggelam di Sungai Rawas pada hari Minggu, (7/5/2017) sudah di temukan di Desa Karang Dapo," tulis Zainal.

Lanjutnya, Dia bersama tim gabungan mengucapkan terimas kasih atas partisipasi semua pihak selama dua hari proses pencarian mayat Gabril.
"Terima kasih kepada semua pihak, tim SAR Sumsel, Tagana Muratara, Koramil Rupit, Dinkes (Puskesmas Rupit), Polsek Rupit dan Masyarakat Desa Pantai, Desa Rantau Kadam dan Kelurahan karang Dapo yang sudah ikut berpartisipasi menemukan mayat Gabril,” katanya.

Sebelumnya, menurut keterangan Mir (30) korban Gabril bersama adik sepupunya Regi (3) warga yang sama main kapal-kapalan di pinggir sungai Rupit, namun tiba-tiba korban tergelincir dan langsung tenggelam. Bahkan korban sempat melambaikan tangan, namun karena kondisi dalam keadaan sepi maka korban tidak ada yang bisa menyelamatkan.

Melihat korban tidak muncul ke permukaan, Regi pulang dan memberitahukan kepada ibunya bahwa korban tenggelam. Ibu Regi langsung melihat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun melihat korban tidak ada, kemudian langsung memberitahukan kepada orang tua korban. Mendapat kabar tersebut, ibu korban langsung menangis histeris.

"Dedek itu tenggelam karena tergelincir, kemudian aku pulang ke rumah dan memberitahu ibu bahwa Dedek tenggelam, “ungkapnya.


Ditempat yang sama, Mir (30) ibunda Regi mengatakan bahwa setelah mendapatkan keterangan dari anaknya itu, dia pun langsung memberitahukan kepada ibu korban merupakan kakak perempuannya. "Ya langsung aku beritahukan kepada ibu korban dan langsung memberitahu keluarga untuk melakukan pencarian, “katanya.

Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

Minggu, 07 Mei 2017

Desa Terusan Juara Umum Pada Festival Anak Sholeh Kecamatan Karang Jaya

Karang Jaya - SeputarKito.com, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Jaya bekerjasama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) gelar acara Festival Anak Sholeh yang dipusatkan di Aula Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada hari Minggu, 7 Mei 2017.

Acara yang berlangsung satu hari ini, diikuti oleh 600 peserta dari 36 Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) pada lima Desa yaitu Desa Suka Menang, Desa Terusan, Desa Rantau Telang, Desa Tanjung Agung dan Desa Muara Tiku. Masing-masing peserta menunjukkan kebolehan bakatnya di bidang hafalan Asmaul Khusna, lomba praktek sholat baca dan artinya, lomba hafalan juz'ama dan artinya, lomba bacaan doa sehari-hari dan artinya.

Ketua panitia pelaksana, Baron Dianto, S.Ag, mengumumkan pemenang juara dari masing-masing perlombaan mendapatkan 24 peserta yang menjadi pemenang. Desa Terusan menjadi juara umum pada festival anak sholeh ini, disusul juara kedua Desa Suka Menang dan Desa Tanjung Agung sebagai juara umum ketiga.

"Dari hasil penilaian dewan juri tadi, pemenang juara umum pada perayaan festival anak sholeh ini dimenangkan Desa Terusan sebagai juara satu, Desa Suka Menang juara dua dan Desa Tanjung Agung Juara tiga," jelas Baron.


Lanjutnya, penilaian pemenang dinilai langsung oleh dewan juri dari pondok pesantren Kota Lubuklinggau. Bagi peserta yang berkesempatan menang berhak membawa piala, sertifikat dan uang tunai.

"Masing-masing 24 peseta pemenang berhak membawa pulang piala, setifikat dan uang tunai," tambahnya.

Ditempat yang sama, Sefta Yuda (10) yang didampingi oleh Markoni (40) guru TPA nya, mengaku senang mendapat juara satu pada pembacaan hafalan asmaul husna. Dia katakannya, tidak disangka mendapat juara satu yang bisa mengharumkan nama TPA Marakobilla, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

"Senang nian dapat juara satu, dak disangko dari kerja keras latihan kami membuahkan hasil yang mengharumkan nama TPA Marakobilla, Desa Terusan," ucapnya dengan rasa senang..


Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

Kamis, 04 Mei 2017

Ishak Mekki: Muratara Terancam Human Traficking

Muratara - SeputarKito.com, pemerintah daerah kabupaten (pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) mengelar acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di halaman kantor Bupati Muratara, Kamis, 4 Mei 2017. 

Pada acara ini dihadir langsung oleh wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Ishak Mekki, yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan pidatonya,  Ishak menyampaikan bahwa perdagangan orang atau Human Traficking adalah ancaman serius negara, maka dari itu Pemerintah sangat serius untuk melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan. Tidak terkecuali juga di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

"Perdagangan orang merupakan ancaman serius negara kita, pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten sangat serius melakukan upaya terjadinya human traficking di negeri kita," ujarnya saat menyampaikan pidatonya, Rupit, Kamis, 4 Mei 2017. 

Menurutnya, sasaran para pelaku tindak pidana perdagangan orang adalah perempuan dan anak-anak yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan himpitan ekonomi. 

"Kasus tindak pindana perdagangan orang rata-rata yang menjadi korbanya adalah perempuan dan anak-anak. Hal ini dikarenakan masalah ekonomi serta rendahnya pendidikan," tambahnya. 

Dia berharap kepada semua elemen baik masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang.

"Diharapakan masyarakat untuk lebih waspada dan jangan tergiur dengan gaji tinggi dan tak wajar yang di tawarkan, apalagi tidak sesuai dengan tingkat pendidikan," pinta Ishak.

Ishak mekki juga meyakini di bawah kepemimpinan Syarif-Devi, pembangunan di Kabupaten Muratara akan sejajar dengan kabupaten lainnya.

Senada, H Devi Suhartoni Wakil Bupati Muratara berharap peran serta masyarakat dan pemerintah, baik itu pemerintah desa sampai kabupaten dapat lebih ditingkatkan dalam hal pencegahan terpadu.

"Untuk saat ini di kabupaten Muratara belum ada laporan korban kasus tindak pidana perdagangan orang," imbuh Wabup.


Laporan: Ucok Sevrawan
Editor: Dwi Irmayanti

Ambulan Perindo Muratara Bantu Antar Jenazah Korban Lakalantas


Karang Jaya-SeputarKito.com, partai Persatuan Indonesia (Perindo) melalui Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ikut perhatin terhadap korban lakalantas di jalan Lintas Sumatera Dusun VII, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara pada pukul 19:00 WIB, Rabu, 3 Mei 2017. 

Pengurus DPD Perindo Muratara, Icandra Tanjung setelah mendapat informasi dari medsos langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membesuk para korban di Puskesmas Karang Jaya. 
Menurut Icandra Tanjung, lakalantas ini menimpa satu keluarga dari warga Kem 200 Perumahan Lonsum,  Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni Fitria (31), Lia (28) dan Robi (6) sedangkan empat lainnya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Sobirin Lubuk Linggau yakni Rojali (40), Setia Budi (45), Wawan (18) dan Ulfa (6).

"Begitu dapat kabar kita langsung meluncur ke TKP dan Puskesmas Karang Jaya untuk membantu saudara kita yang mendapatkan musibah," terang Icandra Tanjung saat membesuk para korban, Karang Jaya, Rabu, 3 Mei 2017. 
Katanya, sebagai manusia tentu kita peduli dengan musibah yang dihadapkan orang lain. Dikesempatan itu, dia berusaha membantu semampunya dengan menolong yang luka-luka dan mengantar korban yang meninggal dunia dengan ambulan periode. 

"Selain kita berharap kepada keluarga untuk tabah dan sabar kita juga membantu mengatar pulang korban yang meninggal dunia dengan menggunakan mobil ambulan perindo," tambahnya. 

Diketahui dari saksi mata,  Bustomi (50) kecelakaan tabrakan ini terjadi saat tujuh orang penumpang yang dikemudi oleh Satya Budi (45) mini bus Terios  nopol BG 1516 GA melaju kencang dari arah Lubuklinggau bertabrakan dengan mobil tangki nopol BG 8587 UH dari arah berlawanan. 

"Mobil Terios tadi datang dari arah Lubuklinggau. Itu mobil taksi yang membawa pulang penumpang usai belanja. Penumpangnya ada enam orang dan satu sopir," terang Bustomi.

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

Rabu, 03 Mei 2017

Tabrakan Maut Di Jalan Lintas Sumatera, Desa Terusan

Terusan-SeputarKito.com, telah terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dijalan lintas Sumatera, Dusun VII (Aiko), Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, pukul 19:00 WIB, Rabu, 3 Mei 2017. 

Menurut saksi mata,  Bustomi (50) mobil mini bus Terios dengan Nomor Polisi BG 1516 GA melaju kencang dari arah Lubuklinggau menuju Rupit, bertabrakan dengan mobil tangki pengangkut minyak mentah dengan nopol BG 8587 UH dari arah berlawanan.

"Mobil Terios tadi datang dari arah Lubuklinggau. Itu mobil taksi yang membawa pulang penumpang usai belanja. Penumpangnya ada enam orang," terang Bustomi.

Lanjutnya, enam korban penumpang dan satu orang sopir mobil Terios yang dikemudi oleh Satya Budi (45) warga Kem 200, Air Bening , Rawas Ilir, Muratara sudah dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya. Sedangkan sopir dan penumpang mobil tangki pengangkut minyak mentah milik PT Saliraya Merangin II tidak diketahui keberadaannya di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Tadi korban dalam mobil Terios sudah kita bantu untuk dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya, sedangkan sopir dan penumpang mobil tangki minyak tidak diketahui keberadaanya," tambahnya. 
Sementara itu, Icandra Tanjung yang mendapatkan informasi dari media sosial langsung membesuk para korban di Puskesmas Karang Jaya. Menurutnya, dari enam orang penumpang  dan sopir mobil Terios tersebut tiga orang meninggal dunia yaitu Fitria (31), Lia (28) dan Robi (6) sedangkan empat orang lainnya diralikan kerumah sakit Lubuk Linggau. 

"Begitu dapat informasi, kita langsung meluncur ke TKP dan Puskesmas Karang Jaya untuk membesuk para korban. Tadi ada tiga orang yang meninggal dunia yang kesemuanya adalah warga Kem 200 Perumahan Lonsum, Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir," jelas Icandra Tanjung. 

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti