Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Mei 2017

Korban Tenggelam Dan Hayut Di Sungai Rupit Ditemukan


Rupit - SeputarKito.com, Gabril Sepriansyah alias Dedek (5) anak Ujang, warga KBM Kelurahan Rupit RT 10 Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang tenggelam di sungai Rupit sekitar pukul 14.30 WIB pada hari Minggu (7/5/2017) lalu sudah ditemukan oleh Tim gabungan Tagana Muratara, SAR Sumsel, TNI, Kepolisian, Masyarakat di Kelurahan  Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa, 9 Mei 2017.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muratara, Zainal Arifin Daud melalui akun facebooknya menuliskan bahwa pihaknya bersama tim Tagana Muratara, TNI, Kepolisian dan Tim SAR Sumsel sudah menemukan mayat Gabril yang hilang di sungai Rupit.

"Alhamdulillah, Mayat Gabril yang tenggelam di Sungai Rawas pada hari Minggu, (7/5/2017) sudah di temukan di Desa Karang Dapo," tulis Zainal.

Lanjutnya, Dia bersama tim gabungan mengucapkan terimas kasih atas partisipasi semua pihak selama dua hari proses pencarian mayat Gabril.
"Terima kasih kepada semua pihak, tim SAR Sumsel, Tagana Muratara, Koramil Rupit, Dinkes (Puskesmas Rupit), Polsek Rupit dan Masyarakat Desa Pantai, Desa Rantau Kadam dan Kelurahan karang Dapo yang sudah ikut berpartisipasi menemukan mayat Gabril,” katanya.

Sebelumnya, menurut keterangan Mir (30) korban Gabril bersama adik sepupunya Regi (3) warga yang sama main kapal-kapalan di pinggir sungai Rupit, namun tiba-tiba korban tergelincir dan langsung tenggelam. Bahkan korban sempat melambaikan tangan, namun karena kondisi dalam keadaan sepi maka korban tidak ada yang bisa menyelamatkan.

Melihat korban tidak muncul ke permukaan, Regi pulang dan memberitahukan kepada ibunya bahwa korban tenggelam. Ibu Regi langsung melihat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun melihat korban tidak ada, kemudian langsung memberitahukan kepada orang tua korban. Mendapat kabar tersebut, ibu korban langsung menangis histeris.

"Dedek itu tenggelam karena tergelincir, kemudian aku pulang ke rumah dan memberitahu ibu bahwa Dedek tenggelam, “ungkapnya.


Ditempat yang sama, Mir (30) ibunda Regi mengatakan bahwa setelah mendapatkan keterangan dari anaknya itu, dia pun langsung memberitahukan kepada ibu korban merupakan kakak perempuannya. "Ya langsung aku beritahukan kepada ibu korban dan langsung memberitahu keluarga untuk melakukan pencarian, “katanya.

Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

Ketua DPD HTI Sumsel: Pembubaran HTI Kedzoliman Rezim Pemerintah

Palembang - SeputarKito.com, Kebijakan pemerintab melakukan pembubaran terhadap ormas HTI langsung di respon oleh HTI Sumsel sebagai bentuk kezaliman pemerintah karena tanpa ada negosiasi atau dialog. 

Hal ini, dinyatakan oleh ketua DPD I HTI Sumsel, Mahmud Jamhur, pembubaran HTI jelas bentuk kedzoliman rezim berkuasa. “Ini bentuk kezoliman pemerintah, tanpa dialog kemudian dibubarkan. Tidak ada dialog dan tiba-tiba saja dibubarkan,” Jamhur saat dikonfirmasi, Senin (8/5).

Menurutnya, pembubaran organisasi tersebut kemungkinan lantaran kepentingan mereka terganggu dengan berbagai kritik yang sering disampaikan oleh HTI kepada pemerintah.

“Kritik itu untuk kebaikan Indonesia. Karena Islam itu tidak bertentangan dengan Pancasila dan tidak pula anti kebhinekaan. Jadi apanya yang dilanggar oleh HTI, bahkan HTI juga tidak pernah mengganggu ketertiban umum,” ungkap dia.

Jamhur mempertanyakan, tindakan penentangan apa yang pernah dilakukan HTI. “Makanya mananya yang menantang? Mana? Islam dan sejarahnya ada Ideologi Islam syariah yakni khilafah. Dan kami merasa ini ada ketakutan rezim,”ucap dia.

Mengenai langkah hukum yang akan diambil, HTI Sumsel sendiri hanya menyerahkan urusan tersebut pada DPP HTI di pusat.“Kalau langkah hukum itu urusan DPP HTI Indonesia yang berada di pusat,” jelas dia.

Sebelumnya,  Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumumkan pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Senin (8/5/2017) siang. Keputusan ini disampaikan usai rapat terbatas tingkat menteri di jajaran Kemenko Polhukam.

"Mencermati pertimbangan di atas serta menyerap aspirasi, maka pemerintah perlu mengambil langkah hukum secara tegas untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia," ujar Wiranto di kantornya.

Menurutnya, pembubaran HTI ini setelah Presiden Joko Widodo meminta agar organisasi masyarakat (Ormas) yang bertentangan dengan Pancasila dikaji keberadaannya. Wiranto akhirnya mengumpulkan seluruh pimpinan instansi terkait untuk membahas lebih dalam hal tersebut.

Akhirnya, dalam rapat terbatas tersebut dilakukan finalisasi proses pengkajian terhadap keberadaan HTI. Dalam pernyataan resminya, Wiranto menyatakan sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan untuk mencapai tujuan nasional.

Selain itu, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan tujuan, azas, serta ciri Pancasila dan UUD Tahun 1945 sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 tahun 2013 tentang Ormas.

“Aktivitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI,” jelasnya.

Sumber: Net/Detik
Editor: Dwi Irmayanti 

Jumat, 05 Mei 2017

Perindo Sumsel Buka Posko Pengaduan Dari OTT Polisi Terhadap Oknum BPN Palembang

Palembang-SeputarKito.com, satreskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Palembang, kemarin, Kamis, 4 Mei 2017. 

Dari operasi itu kepolisian mengamankan tiga pegawai BPN yang diduga tertangkap tangan saat melakukan pungutan liar untuk pengurusan sertifikat tanah.

Ketiga pelaku masing-masing dua perempuan dan seorang pria. Seorang perempuan di antaranya berinisial RA yang disebut-sebut duduk di jabatan strategis.

Terungkapnya praktek mafia tanah ini dipercaya telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Advokat Sumatera Selatan (Sumsel) Febuar Rahman yakin sudah banyak korban dari praktek pungli yang dilakukan oknum BPN.

“Kami yakin praktek mafia tanah seperti kasus Rani ini pasti sudah berlangsung lama. Kami juga yakin sudah banyak korbannya,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sumsel itu, Palembang, Jum’at, 5 Mei 2017. 

Febuar mengatakan, tertangkapnya ketiga pelaku tidak menjamin bahwa onkum terlibat sudah diberantas. Sebab, praktek mafia tanah tidak dapat dilakukan tanpa bantuan pihak lain.

Maka dari itu, Partai Perindo membuka posko pengaduan bagi korban mafia tanah. Pengaduan dapat disampaikan langsung ke kantor Perindo Sumsel di Jalan R. Sukamto No. 64 Palembang.

“Korban hanya perlu membawa bukti-bukti dan menjelaskan kronologis peristiwanya. Dari posko ini kami berharap dapat membokar mafia tanah dan meminta pertanggungjawaban BPN terhadap para korban,” terangnya.

Untuk melayani pengaduan, ungkap Febuar, Perindo telah menyiapkan advokat-advokat muda yang sangat konsen dalam penegakan hukum. Di antaranya, Afifuddin Batubara, M. Jasmadi Pasmeindra dan Sabella Liberty.

“Kami juga minta agar aparat harus pro aktif dan jadikan OTT ini sebagai pintu masuk membongkar, membasmi mafia tanah yang sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Sumber: hallosumsel
Editor: Dwi Irmayanti 

Kamis, 04 Mei 2017

Ambulan Perindo Muratara Bantu Antar Jenazah Korban Lakalantas


Karang Jaya-SeputarKito.com, partai Persatuan Indonesia (Perindo) melalui Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ikut perhatin terhadap korban lakalantas di jalan Lintas Sumatera Dusun VII, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara pada pukul 19:00 WIB, Rabu, 3 Mei 2017. 

Pengurus DPD Perindo Muratara, Icandra Tanjung setelah mendapat informasi dari medsos langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membesuk para korban di Puskesmas Karang Jaya. 
Menurut Icandra Tanjung, lakalantas ini menimpa satu keluarga dari warga Kem 200 Perumahan Lonsum,  Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni Fitria (31), Lia (28) dan Robi (6) sedangkan empat lainnya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Sobirin Lubuk Linggau yakni Rojali (40), Setia Budi (45), Wawan (18) dan Ulfa (6).

"Begitu dapat kabar kita langsung meluncur ke TKP dan Puskesmas Karang Jaya untuk membantu saudara kita yang mendapatkan musibah," terang Icandra Tanjung saat membesuk para korban, Karang Jaya, Rabu, 3 Mei 2017. 
Katanya, sebagai manusia tentu kita peduli dengan musibah yang dihadapkan orang lain. Dikesempatan itu, dia berusaha membantu semampunya dengan menolong yang luka-luka dan mengantar korban yang meninggal dunia dengan ambulan periode. 

"Selain kita berharap kepada keluarga untuk tabah dan sabar kita juga membantu mengatar pulang korban yang meninggal dunia dengan menggunakan mobil ambulan perindo," tambahnya. 

Diketahui dari saksi mata,  Bustomi (50) kecelakaan tabrakan ini terjadi saat tujuh orang penumpang yang dikemudi oleh Satya Budi (45) mini bus Terios  nopol BG 1516 GA melaju kencang dari arah Lubuklinggau bertabrakan dengan mobil tangki nopol BG 8587 UH dari arah berlawanan. 

"Mobil Terios tadi datang dari arah Lubuklinggau. Itu mobil taksi yang membawa pulang penumpang usai belanja. Penumpangnya ada enam orang dan satu sopir," terang Bustomi.

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

Rabu, 03 Mei 2017

Tabrakan Maut Di Jalan Lintas Sumatera, Desa Terusan

Terusan-SeputarKito.com, telah terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dijalan lintas Sumatera, Dusun VII (Aiko), Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, pukul 19:00 WIB, Rabu, 3 Mei 2017. 

Menurut saksi mata,  Bustomi (50) mobil mini bus Terios dengan Nomor Polisi BG 1516 GA melaju kencang dari arah Lubuklinggau menuju Rupit, bertabrakan dengan mobil tangki pengangkut minyak mentah dengan nopol BG 8587 UH dari arah berlawanan.

"Mobil Terios tadi datang dari arah Lubuklinggau. Itu mobil taksi yang membawa pulang penumpang usai belanja. Penumpangnya ada enam orang," terang Bustomi.

Lanjutnya, enam korban penumpang dan satu orang sopir mobil Terios yang dikemudi oleh Satya Budi (45) warga Kem 200, Air Bening , Rawas Ilir, Muratara sudah dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya. Sedangkan sopir dan penumpang mobil tangki pengangkut minyak mentah milik PT Saliraya Merangin II tidak diketahui keberadaannya di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Tadi korban dalam mobil Terios sudah kita bantu untuk dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya, sedangkan sopir dan penumpang mobil tangki minyak tidak diketahui keberadaanya," tambahnya. 
Sementara itu, Icandra Tanjung yang mendapatkan informasi dari media sosial langsung membesuk para korban di Puskesmas Karang Jaya. Menurutnya, dari enam orang penumpang  dan sopir mobil Terios tersebut tiga orang meninggal dunia yaitu Fitria (31), Lia (28) dan Robi (6) sedangkan empat orang lainnya diralikan kerumah sakit Lubuk Linggau. 

"Begitu dapat informasi, kita langsung meluncur ke TKP dan Puskesmas Karang Jaya untuk membesuk para korban. Tadi ada tiga orang yang meninggal dunia yang kesemuanya adalah warga Kem 200 Perumahan Lonsum, Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir," jelas Icandra Tanjung. 

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

Rabu, 26 April 2017

SIDANG GUGATAN PRAPERADILAN HATTA DITUNDA

Foto: Abdul Aziz, suasana sidang gugatan praperadilan Hatta yang ditunda sampai 3 Mei 2017 

Lubuklinggau- SeputarKito.com, Sidang praperadilan dengan pemohon M Hatta (52) warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang didampingi oleh Rumah Bantuan Hukum (RBH) Padang, Sumatera Barat dan termohon pihak Polres Musi Rawas yang dijadwalkan dilaksanakan hari ini, sekira pukul 09.00 WIB ditunda. Pasalnya, pihak polres Musi Rawas mengirimkan surat bahwa kapolres, AKBP Hari Brata sedang dinas luar.

Direktur RBH, Sahnan sahuri siregar, menyayangkan penundaan pelaksanaan sidang tersebut. menurutnya, sidang praperadilan harus dilaksanakan cepat, sederhana dan biaya ringan.

"Sesuai dengan Pasal 82 ayat 1 huruf C KUHAP yang menentukan bahwa persidangan harus dilakukan secara cepat dan selambat lambatnya 7 hari hakim harus menjatuhkan hukuman. Nah, nyatanya Sidang di tunda sampai 3 Mei 2017 mendatang," kata, Sahnan Sahuri Siregar, Lubuk Linggau, Rabu, 26 April 2017.

Lanjutnya, Dia mengatakan, salah satu akibat dari penundaan tersebut dapat merugikan pihak M Hatta yang semakin lama ditahan tanpa ada kepastian hukumnya.

"Pihak termohon mengabaikan asas praperadilan cepat tersebut. Karena ada seseorang dikekang kemerdekaannya," tegas Sahnan.
Kembali dia pertanyakan, alasan ketidak hadiran pihak temohon Kapolres Musi Rawas dengan alasan tengah berada di luar kota. Lanjutnya, masih banyak jajaran petinggi di polres Musi Rawas bukan hanya Kapolres saja untuk bisa menghadiri persidangan.

"Seharusnya juga bisa diwakili bawahan. Panggilan sudah kami terima sejak 17 April 2017, dan saya rasa juga pihak polres Musi Rawas menerima surat pada tanggal yang sama," terangnya.

Saat penundaan sidang, hakim tunggal Ferdinaldo, sempat menunjukkan atau memperlihatkan surat permintaan penundaan sidang dari pihak polres Musi Rawas sampai dengan 3 Mei 2017 mendatang, "Penundaan itu dikabulkan hakim," tutupnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Hendri menjelaskan bahwa penundaan dapat dikabulkan hakim apabila sepanjang ada permohonan dan alasan jelas.

"Sebenarnya kewenangan hakim, yang pasti ada surat masuk (surat penundaan sidang)," ungkap Hendri. (Rls)

Senin, 24 April 2017

KORBAN NYAWA PENEMBAKAN BRUTAL OKNUM POLISI BERTAMBAH MENJADI DUA ORANG

Foto: Indra (35) korban nyawa penembakan brutal oleh oknum polisi Lubuklinggau

PALEMBANG-SeputarKito.com,  insiden penembakan brutal oleh oknum anggota polres Lubuk Linggau di Jalan Lingkar HM Suharto Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Selatan II‎, pada Selasa 18/4/2017 lalu mengakibatkan bertambahnya korban nyawa menjadi dua orang. 

Korban nyawa pertama,  Surini (50) tewas ditempat. Kedua,  Indra (35) tewas setelah dirawat di Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang pada Senin,  24/4/2017 pagi hari. 

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum korban penembakan, Frandes kepada awak media seperti yang dilansir sindonews.

"Iya benar, Indra meninggal tadi Subuh, saya mendapat kabar langsung dari saudaranya Wawan suaminya Novianti kalau Indra meninggal dunia," jelasnya.

Kembali ia jelaskan, luka tembak pada leher Indara cukup parah dibagin leher sehingga dilarikan ke RSMH Palembang pada Selasa malam 18 April 2017 dikarenakan pihak RS Sobirin Lubuklinggau sudah tidak mampu melakukan perawatan dan pengobatan terhadap luka yang dialami korban.

"Luka tembak pada leher Indra sangat parah sehingga pihak RS Sobirin Lubuklinggau melarikan Indra ke RSMH Palembang. Namun, naas iya menghembus nafas terakhir," tambahnya. 

Disampaikanya, jenazah Indra akan segera dibawa ke Desa Belitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu untuk dimakamkan.

Ditempat yang berbeda, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Muratara, Icandra Tanjung mengecam keras tindakan berutal oknum polisi ini. Ia himbau kepada penegak hukum agar insiden ini yang pertama dan terakhir. 

"Kapolri harus ambil tindakan tegas atas insiden tindakan brutal oknum anggota polisi polres Lubuklinggau yang menyebabkan 2 orang meninggal. Mari bersama-sama menjadikan pelajaran atas kesalahan pengunaan senjata api," harapnya. 

Rabu, 19 April 2017

KRONOLOGI OKNUM POLISI TEMBAKI MOBIL TEROBOS RAZIA POLISI

Foto: salah satu korban keluarga yang tewas tertembak oknum polisi, Selasa, 18 April 2017 

LUBUKLINGGAU-SeputarKito.com, Warga Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, dihebohkan dengan insiden penembakan anggota polisi terhadap sebuah mobil Honda City dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 1488 ON yang ditumpangi satu keluarga. Akibat kejadian ini satu orang tewas sementara 6 orang lainnya mengalami luka-luka, Selasa,  18 April 2017.


Berdasarkan data yang dihimpun, Satu keluarga tersebut berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, yang akan menghadiri undangan di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Korban diantarannya, Gatot Sundari (29), ia nyaris tewas karena mengalami luka tembak dibagian punggung. Sementara itu anggota keluarga lainnya yakni, Indra (35), mengalami luka tembak dibagian tangan hingga tembus, Novianti (31), mengalami luka tembak bagian lengan sebelah kanan. Lalu Dewi Arlina (39) mengalami luka tembak lengan bagian sebelah kiri tembus, Genta Wicaksono balita usia (3) mengalami luka dibagian telinga sebelah kiri. Sedangkan Galih (6) tidak mengalami luka. Kemudian Surini (50) harus mengalami nasib naas dan diduga tewas ditempat, karena mengalami luka tembak di bagian paha kiri satu lubang, luka perut sebelah kiri, dan tiga luka tembak dibawah payudara sebelah kanan.

Foto: kondisi mobil paska insiden penembakan di Jalan HM Soeharto, Lubuklinggau, Selasa, 18 April 2017

Sementara itu, Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara mengatakan bahwa penembakan terhadap mobil tersebut karena pengemudi mobil tidak mau berhenti saat dirazia lalulintas, bahkan nyaris menabrak anggota yang sedang razia.

Andi menerangkan kronologis peristiwa berdarah tersebut, terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Dimana polisi tengah melakukan razia sejak sejak pukul 10.00 WIB . Razia tersebut dipimpin Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Muhammad Ismail.

Saat berlangsung razia, lanjut Andi, ada kendaraan yang tidak mau dihentikan, dan nyaris menabrak anggota polisi yang tengah bertugas. Polisipun dengan cepat melakukan pengejaran, dan saat sopir mengetahui hal itu, justru menambah kecepatan dan sampai di lampu merah Taba pingin pun mereka nekat menerobos. Tak jauh dari lampu merah mobil sempat mengurangi kecepatan, karena ada mobil didepannya. Polisi kembali mengejar dan mencoba menghentikan, tapi lagi lagi mobil melaju semakin kencang, dan ahirnya polisi berhasil menghentikan mobil sampai depan Bank Mandiri. Saat diminta membuka kaca pengemudi mereka tidak segeravmembukanya

"Disuruh buka kaca tidak mau, diberikan tembakan peringatan tidak berhenti, sementara kaca gelap jadi tidak tampak apa isi dalam mobil tersebut, anggota pun semakin curiga. Kemudian setelah terjadi (tembakan) dan dicek di dalamnya tidak seperti dugaan," terangnya.

Mengenai SOP penembakan, Andi menyatakan sebetulnya harus memberikan tembakan peringatan terlebih dahulu dan itu sudah dilakukan anggotanya. Namun untuk urgensi memberikan tembakan  akan dikaji lagi oleh tim khusus dari Polda. (DIY)

OMBUDSMAN ANGKAT BICARA TERHADAP AKSI KOBOI POLISI


Lubuk Linggau – SeputarKito.com, Kasus penembakan polisi terhadap mobil yang menerobos barisan razia di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Salah satu pihak yang sangat geram dengan tindakan koboi polisi ini adalah Komisi Ombudsman Nasional. Ombudsman sebagai lembaga negara Indonesia yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik menilai cara kerja polisi tidak tidak sepantasnya terjadi.

Menurut Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai, cara kerja polisi yang mengejar pengendara yang menerobos barisan razia dengan cara menembak sudah tidaklah profesional. Apalagi tembakan diperparah yang mengakibatkan dua korban tewas dan empat kritis.

"Polisi profesional seharusnya menghentikan laju kendaraan tidak dengan tembakan yang mematikan,” ucapnya, Rabu (19/4).

Menurutnya, tindakan itu hanya memerburuk citra Polri yang saat ini memang sangat disorot oleh publik. “Ini sebuah kejadian yang merugikan di tengah upaya keras pimpinan Polri meraih trust (kepercayaan) dari publik,” tambah Amzulian.

Ombudsman berharap Kapolda menindak tegas anggota yang sudah bertindak seperti koboi jalanan tersebut. Apalagi mencabut nyawa orang tanpa alasan yang kuat. Amzulian berpendapat, Kapolda harus bertindak cepat supaya tidak berlarut dan dampak kasus ini akan merugikan institusi Polri.

“Harus juga dievaluasi kepatutan seorang anggota tersebut dalam memegang senjata api,” tuturnya.
Publik, ucap Amzulian, menantikan langkah profesional dan terbuka dari Kapolda Sumsel.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, untuk mengusut kasus penembakan itu dia telah memerintahkan tim propam untuk melakukan penyelidikan.


Ditambahkan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Cahyo Budi Siswanto, anggota Propam Polda memang sedang menyeliki kejadian ini. "Untuk jenazah korban yang meninggal sudah diantar ke rumah duka. Anggota juga sudah melayat,” tutupnya. (DIY)

Senin, 20 Maret 2017

Marak Penculikan Anak: Warga Suka Menang Amankan Orang Tak Dikenal

Karang Jaya -  SeputarKito.com,  Warga Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pagi ini digegerkan oleh perilaku orang tak dikenal. Kejadian menghobohkan ini terjadi pada hari Senin, 20 Maret 2016 sekitar jam 10:00 Wib.

Warga Desa Suka Menang, secara bersama-sama mengamankan orang yang mencurigai masuk Desanya, hal ini diakui oleh Yopi, Kepala Dusun IV, Desa Suka Menang. Dia bersama warga lain secara bersama-sama mengamankan orang yang tidak mereka kenal untuk dibawa kerumah Kepala Desa.

"Tadi sekitar jam 10:00 Wib, kami menemukan orang asing, kami tanya nama dan asalnya ia tidak menjawab dengan jelas. Karena takut hal yang tidak diingkan kami bawa ia kerumah kades," ujarnya.

Ia kembali menjelaskan, meskipun ia tidak percaya dengan berita yang selama ini beredar ia bersama warga lain tetap waspada.

"Selama ini banyak berita yang beredar tentang penculikan anak, kami tidak langsung percaya karena sampai hari ini tidak ada buktinya. Namun kita tetap waspada dan berhati-hati," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Suka Menang, Jamel A. Yazer langsung merespon positif tindakan warganya. Ditengah kerumanan warganya, ia minta kepada warga untuk bertindak bijak dan menyerahkan kepada pihak yang berwajib.

Menurut kades yang baru menjabat lima bulan ini, kejadian ini sudah dua kali terjadi, pertama ada orang yang tak dikenal masuk Desa dengan menawarkan permainan odong-odong kepada anak-anak. kedua, terjadi pada hari ini dengan gaya orang gila.

"Kejadian ini sudah dua kali terjadi, semuanya kami serahkan kepada polsek Karang Jaya," jelas singkatnya.

Senada dengan Jamel, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Muratara menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan bertindak bijak.

Melalui akun medsos facebooknya, Devi sapaan akrabnya mengajak kepada warga untuk tetap waspada.

"Kepada masyarakat Muratara harus hati-hati bertindak terhadap orang tak dikenal, jika menemukan orang tak dikenal segera lapor atau bawa kerumah kades masing-masing," jelasnya.

Devi kembali menjelaskan, isu penculikan anak tidak benar. Hal itu ia sudah komunikasi dengan pihak polres Musi Rawas.


Laporan: Supriyadi
Editor : Dwi Irmayanti

Jumat, 10 Februari 2017

Kecelakaan Maut di Jalur Lurus Terawas



Musi Rawas - SeputarKito.com, Jalur jalan lintas tengah Sumatera tepatnya di Desa Semboyan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas terjadi kecelakaan tunggal mobil pick up Suzuki Carry dengan nopol BG 9708 GC.


Diketahui, pengemudi mobil yang rusak 80% ini bernama Aang Bin Kahar yang berasal dari Desa Noman,  Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara.


Kecelakaan tunggal yang Menimpa Aang ini terjadi sekitar pukul 13:30 WIB, Jumat, 10/2/2017.


Menurut saksi mata, kecelakaan maut tersebut diduga berawal dari akibat sopir mengantuk. "Mobil tersebut dari arah Lubuklinggau menuju Kabupaten Muratara terlihat oleng kemudian mobil tersebut jungkir balik", jelas Anang saat menceritakan kejadian kecelakaan di TKP, Jumat, 10/2/2017.

Anang menambahkan, setelah kecelakaan ia berlari ke arah kejadian tersebut, untuk menolong korban setelah ia melihat ke arah kursi sopir dan penumpang cuma ditemui satu orang korban.


"Setelah kejadian saya dan warga lain berlari mendekati mobil yang tersebut. Kami lihat cuma satu orang korban dalam keadaan sekarat", tambah Anang.



Selang berapa lama proses penyelamatan korban oleh warga. Korban dilarikan ke rumah sakit Ar Bunda Lubuklinggau, sampai berita ini ditulis korban diketahui sudah meninggal dunia.