Foto: Sumber (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)
MADIUN-SeputarKito.com - Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo meminta para kepala
desa di Kabupaten Madiun, Jawa
Timur, mencontoh kinerja aparat Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Menurut Eko, kreativias
aparat desa di Kecamatan Polanharjo itu mampu mendongkrak pendapatan
pengelolaan pemandian tua yang sangat fantastis di daerah itu dari Rp 5 juta
per tahun menjadi Rp 6,5 miliar per tahun.
Yang dimaksudkan Eko adalah bekas tempat pemandian tua yang tidak
terurus di desa tersebut. Pemandian itu kemudian dibenahi dan kini menjadi
salah satu destinasi menarik di Klaten. Obyek wisata bernama Umbul Ponggok itu
kian terkenal setelah foto-fotonya tersebar ke media sosial.
"Setelah dirapikan,
dikasih sofa, motor, kuda lumping, ikan, dikasih kamera di dalam air. Jadi para
pengunjung bisa berenang sambil selfie di
dalam air," kata Eko saat berkunjung di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan,
Kabupaten Madiun, Senin 26 September 2016.
Setelah disulap menjadi
obyek wisata kekinian, kata Eko, pemandian Ponggok mampu mengundang wisatawan
dari berbagai daerah. Kini badan usaha milik desa
(BUMDes) tersebut mampu memperoleh pendapatan Rp 6,5 miliar per tahun dengan
keuntungan bersih mencapai Rp 3 miliar dari tempat tersebut.
"Keuntungannya
digunakan untuk pemberdayaan usaha BUMDes yang lain. Usaha itu mulai dari
penyediaan fasilitas air bersih, homestay hingga
tempat makan," kata Eko.
Menurut dia, kesuksesan
aparat Desa Ponggok mendongkrak pendapatan dari pengelolaan pemandian tua itu
bukan tanpa sebab. Aparat desa setempat mendirikan BUMDes yang mampu
mempercepat terwujudnya desa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
di desa. Kondisi itu menjadikan BUMDes Ponggok sebagai percontohan
nasional.
Eko mengatakan, tahun ini
pemerintah pusat memberikan bantuan dana sebanyak Rp 46, 8 triliun kepada
74.754 desa di seluruh Indonesia. Rata-rata setiap desa
mendapatkan dana sebesar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Masih ada tambahan
bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten dengan besaran nilai
berbeda-beda di setiap Desa.
Eko menjelaskan, dana desa
tiap tahun akan ditingkatkan. Tahun ini jumlahnya hampir 47 triliun dan
ditingkatkan menjadi Rp 70 triliun. Pada tahun berikutnya, akan bertambah lebih
besar lagi dari Rp 70 triliun menjadi Rp 103 triliun, dan naik lagi menjadi Rp
111 triliun di periode berikutnya.
Ditemui di tempat yang
sama, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika mengatakan,
saat ini hanya 13.000 desa yang memiliki BUMDes.
Sekertaris Daerah Kabupaten
Madiun Tontro Pahlawanto menyebutkan bahwa pada 2016 sudah terdapat 72 BUMDes
di Kabupaten Madiun. Hanya saja, keberadaan BUMDes masih dalam tahap
pembentukan kelembagaan, "Orientasi desa tahun ini masih ke arah
infrastruktur," kata Tontro.
Sumber: Kompas
Editor: Dwi Irmayanti