Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Desa Terusan Juara Umum Pada Festival Anak Sholeh Kecamatan Karang Jaya

Karang Jaya - SeputarKito.com, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Jaya bekerjasama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) gelar acara Festival Anak Sholeh yang dipusatkan di Aula Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada hari Minggu, 7 Mei 2017.

Acara yang berlangsung satu hari ini, diikuti oleh 600 peserta dari 36 Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) pada lima Desa yaitu Desa Suka Menang, Desa Terusan, Desa Rantau Telang, Desa Tanjung Agung dan Desa Muara Tiku. Masing-masing peserta menunjukkan kebolehan bakatnya di bidang hafalan Asmaul Khusna, lomba praktek sholat baca dan artinya, lomba hafalan juz'ama dan artinya, lomba bacaan doa sehari-hari dan artinya.

Ketua panitia pelaksana, Baron Dianto, S.Ag, mengumumkan pemenang juara dari masing-masing perlombaan mendapatkan 24 peserta yang menjadi pemenang. Desa Terusan menjadi juara umum pada festival anak sholeh ini, disusul juara kedua Desa Suka Menang dan Desa Tanjung Agung sebagai juara umum ketiga.

"Dari hasil penilaian dewan juri tadi, pemenang juara umum pada perayaan festival anak sholeh ini dimenangkan Desa Terusan sebagai juara satu, Desa Suka Menang juara dua dan Desa Tanjung Agung Juara tiga," jelas Baron.


Lanjutnya, penilaian pemenang dinilai langsung oleh dewan juri dari pondok pesantren Kota Lubuklinggau. Bagi peserta yang berkesempatan menang berhak membawa piala, sertifikat dan uang tunai.

"Masing-masing 24 peseta pemenang berhak membawa pulang piala, setifikat dan uang tunai," tambahnya.

Ditempat yang sama, Sefta Yuda (10) yang didampingi oleh Markoni (40) guru TPA nya, mengaku senang mendapat juara satu pada pembacaan hafalan asmaul husna. Dia katakannya, tidak disangka mendapat juara satu yang bisa mengharumkan nama TPA Marakobilla, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

"Senang nian dapat juara satu, dak disangko dari kerja keras latihan kami membuahkan hasil yang mengharumkan nama TPA Marakobilla, Desa Terusan," ucapnya dengan rasa senang..


Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

KUA Karang Jaya Gelar Festival Anak Sholeh



Karang Jaya - SeputarKito.com, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Jaya gelar acara Festival Anak Sholeh se-Kecamatan Karang Jaya di Aula Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada hari Minggu, 7 Mei 2017.

Dalam acara yang dipusatkan di Aula Kecamatan Karang Jaya ini, diikuti oleh 600 peserta dari 36 Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) lima Desa yaitu Desa Suka Menang, Desa Terusan, Desa Rantau Telang, Desa Tanjung Agung dan Desa Muara Tiku. Masing-masing peserta menunjukkan kebolehan bakatnya di bidang hafalan Asmaul Khusna, lomba praktek sholat baca dan artinya, lomba hafalan juz'ama dan artinya, lomba bacaan doa sehari-hari dan artinya.


Kepala KUA Karang Jaya, Mahifal, S. Ag, menjelaskan acara Festival Anak Sholeh yang diselenggarakan berkat kerjasama dan dukungan penuh Corporate Social Responsibility (CSR) PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) yang melombakan empat perlombaan untuk mendapatkan juara satu, dua dan tiga.

"Acara yang berlangsung pada hari ini berkat kerjasama dan dukungan PT DNS, adapun perlombaan pada festival anak sholeh ini melombakan empat bidang untuk mendapatkan juara satu, dua dan tiga dari 12 piala," ujar Mahifal saat menyampaikan kata sambutan sebagai perwakilan pemerintah Kabupaten Muratara, Karang Jaya, 7 Mei 2017.

Katanya, acara Festival Anak Sholeh ini perlu digelar, jika memungkinkan diadakan setiap tahun. karena, menurutnya, acara ini bisa untuk mengetahui tingkat keberhasilan para guru TPQ dalam mendidik para santriwan dan santriwatinya dalam mempelajari ilmu agama Islam.

"Acara ini perlu kita gelar bukan kali ini saja, tapi perlu tiap tahun karena ini adalah penting untuk memotivasi para santri dan juga untuk mengetahui ukuran keberhasilan para guru dalam mendidik para santriwan dan santriwati dalam proses mempelajari agama Islam," tambahnya.

Selain itu, dia berharap kedepanya, acara Festival Anak Sholeh ini, dapat dijadikan dasar membangun nilai-nilai agama dan juga merupakan kesempatan untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan pada santri guna memberantas krisis akhlak dan moral anak bangsa.

"Bayangkan saja, jika semua peserta menjadi para pendakwah dengan muda kita memberantas krisis akhlak dan moral anak bangsa khususnya di Kabupaten Muratara," ajaknya.

Baca juga: Desa Terusan Juara Umum Pada Festival Anak Sholeh Kecamatan Karang Jaya

Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

Kamis, 04 Mei 2017

Ishak Mekki: Muratara Terancam Human Traficking

Muratara - SeputarKito.com, pemerintah daerah kabupaten (pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) mengelar acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di halaman kantor Bupati Muratara, Kamis, 4 Mei 2017. 

Pada acara ini dihadir langsung oleh wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Ishak Mekki, yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan pidatonya,  Ishak menyampaikan bahwa perdagangan orang atau Human Traficking adalah ancaman serius negara, maka dari itu Pemerintah sangat serius untuk melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan. Tidak terkecuali juga di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

"Perdagangan orang merupakan ancaman serius negara kita, pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten sangat serius melakukan upaya terjadinya human traficking di negeri kita," ujarnya saat menyampaikan pidatonya, Rupit, Kamis, 4 Mei 2017. 

Menurutnya, sasaran para pelaku tindak pidana perdagangan orang adalah perempuan dan anak-anak yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan himpitan ekonomi. 

"Kasus tindak pindana perdagangan orang rata-rata yang menjadi korbanya adalah perempuan dan anak-anak. Hal ini dikarenakan masalah ekonomi serta rendahnya pendidikan," tambahnya. 

Dia berharap kepada semua elemen baik masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang.

"Diharapakan masyarakat untuk lebih waspada dan jangan tergiur dengan gaji tinggi dan tak wajar yang di tawarkan, apalagi tidak sesuai dengan tingkat pendidikan," pinta Ishak.

Ishak mekki juga meyakini di bawah kepemimpinan Syarif-Devi, pembangunan di Kabupaten Muratara akan sejajar dengan kabupaten lainnya.

Senada, H Devi Suhartoni Wakil Bupati Muratara berharap peran serta masyarakat dan pemerintah, baik itu pemerintah desa sampai kabupaten dapat lebih ditingkatkan dalam hal pencegahan terpadu.

"Untuk saat ini di kabupaten Muratara belum ada laporan korban kasus tindak pidana perdagangan orang," imbuh Wabup.


Laporan: Ucok Sevrawan
Editor: Dwi Irmayanti

Sabtu, 22 April 2017

TIDAK MEMILIKI PAGAR SEKOLAH, KEAMANAN DAN KENYAMANAN BELAJAR DI SDN TANJUNG BERINGIN DIPERTANYAKAN

Foto: Kondisi SDN Tanjung Beringin yang tidak memiliki pagar keliling

Rupit-SeputarKito.com, Sarana prasarana dan fasilitas penunjang lainnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjung Beringin, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) semakin memperhatikan. Lantaran, sudah beberapa kali meminta untuk dilakukan rehab dan pembangunan gedung tapi tak kunjung terealisasi. Ironisnya sekolah tersebut tidak memiliki pagar keliling sekolah sehinga sejumlah guru merasa kualahan dalam mengawasi para pelajar.

Kepala sekolah SD N Tanjung Beringin M Rasyidi melalui guru pengajar Samsuri mengatakan, beberapa tahun yang lalu pihaknya sudah pernah mengajukan proposal, meminta kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan, bahkan pada saat itu pernah mendapatkan respon positif dari Dinas pendidikan untuk pembangunannya, namun sampai saat ini harapan itu terwujud.

"SD N Tanjung beringin masih banyak kekurangan bangunan antara lain belum memiliki Ruang guru, perumahan guru yang sekarang ini lagi rusak dan pagar sekolah hanya bagian depan saja,
sedangkan samping kiri dan kanang termasuk belakang belum ada," terangnya, Rupit, Juma’at, 21 April 2017.

Samsuri berharap, kepada pemerintah daerah atau melalui instansi terkait kira nya dapat meninjau langsung ke lapangan untuk melihat apa yang di butuhkan oleh pihak sekolah, karena dengan fasilitas yang serbah kekurangan, dunia pendidikan tidak akan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.


Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara Abdul Rahman Wahid melalui kabid pembinaan dasar (dikdas) Abdul Kadir Mengatakan, pembangunan masih menunggu tahapan verifikasi, mengingat daerah kita masih baru, tentunya pihaknya akan melihat yang mana yang akan di prioritaskan terlebih dahulu termasuk SDN Tanjung Beringin.

"Sejauh ini pihaknya belum pernah mendapatkan laporan atau keluhan dari SDN Tanjung Beringin, tetapi pihaknya akan segera turun kelapangan. Untuk meninjau ke lokasi serta akan mendengar langsung keluh kesah dari kepala sekolah, dewan guru dan siswa/i SDN Tanjung Beringin," ungkapnya
.

Kadir melanjutkan, ke depan akan memverifikasi sekolah mana yang lebih membutuhkan akan diusulkan untuk di bantu, namun diharapkan kepada kepala sekolah atau pun dewan guru bersabar karena itu semua butuh proses
.

Penulis: Zul
Editor: Dwi Irmayanti

Rabu, 15 Maret 2017

32 Tahun Mengajar, Tidak Masuk Sertifikasi


MURATARA - SeputarKito.com, guru adalah pahlawan tanpa jasa, ungkapan tersebut tidak untuk seorang guru bernama Sutaryo. Pasalnya, Sutaryo (56) yang tinggal di Desa Batu Gajah, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara adalah seorang guru yang mengajar di sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Madani Desa Noman Baru, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara.

Sutaryo mulai mengajar di MTS Al-Madani sejak tahun 1985 sampai sekarang (2017). Selama 32 tahun ia mengajar, tidak cukup baginya untuk mendapatkan katagori guru sertifikasi.

“dari tahun 1985 sampai 1999 namo sekolahnyo MTs Guppi, dari tahun 1999 hingga sekarang sekolah itu berubah namo menjadi MTs Al-Madani, dan sekarang sudah teragreditasi B," ungkapnya.

Lanjut Sutaryo, pada aktivitas belajar mengajar ia mengajar sebanyak 9 jam mata pelajaran dan dalam seminggu beliau mengajar sebanyak 24 jam mata pelajaran.

“sehari saya ngajar 3 lokal, dalam satu lokal ada 3 jam mata pelajaran dan selama seminggu‎ saya ngajar 2 hari ditambah ekstrakurikuler Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.


Dia mengungkapkan untuk data base sudah pernah masuk ke Departemen Agama Kabupaten Musi Rawas sekitar tahun 1990 an, kemudian di tahun 2012 masuk lagi ke Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas.  

“pertamo data base kami masuk kedepag di tahun 1990 an, kemudian dipinta lagi oleh kementerian agama ‎ditahun 2012, waktu itu kamenagnyo pak Komarudin,” terangnya.

‎Diteruskannya beliau sudah dua kali mengajukan sertifikasi dengan pengalaman mengajar selama 20 tahun sebagai guru, pertama di tahun 2010 dan yang kedua di tahun 2012, yang ke tiga 2013 dan sampai saat ini belum ada kejelasannya. 

“saya sudah tiga kali mengajukan sertifikasi, pertamo ditahun 2010 dan yang keduo ditahun 2012 yang ke tiga 2013. Data itu, semuanya ada di rumah saya bukti berkas sertifikasi yang pernah diajukan,” bebernya.

Dia berharap agar ada pertimbangan dari pihak pemerintah sekarang supaya ada kejelasan mengenai sertifikasi tersebut.  “yo walaupun saya bukan S1, tapi saya berharap kepada pemerintah agar ada pertimbangannya,‎ sekarang saja umur saya sudah 56 tahun, kalo mau ngambil S1 tidak mungkin lagi sedangkan PNS saja pensiunnya sekitar umur 63 tahun,” harapnya.
Sementaran itu, kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Muratara, Ihsan baijuri S. Ag mengatakan pihaknya akan mempelajari masalah ini, apakah ada regulasi baru atau ada persyaratan yang kurang.


“nanti kita akan lihat datanya dulu, kalau ada regulasi baru dan tidak berbenturan dengan aturan yang ada‎ insya Allah kami bantu. apakah bentuknya nanti penghargaan atau yang lain, nantilah kita lihat datanya dulu,” tutupnya.

SEKDA Muratara Dengar Aspirasi Kepala Sekolah


MURATARA - SeputarKito.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), H. Abdullah Makcik mendengarkan aspirasi kepala sekolah se Kabupaten Muratara pada pertemuan musyawarah kerja kepala sekolah di SMAN Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu,  Selasa (14/3)

Diwakili Kepala SMAN Surulangun, Suheriah mengatakan sejak regulasi pendidikan dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, para guru banyak mengeluh. Ibarat perjalanan para guru sekarang sedang tertatih-tatih.

Mengingat kondisi keuangan yang belum stabil namun program harus dilaksanakan. Sebagai bayangan saja, gaji para guru yang mengeluh terlambat pembayaran gaji, bulan Maret ini kawan-kawan belum gajian.

"tak hanya itu kegiatan yang lain kita harus mengurusnya ke Provinsi tentu costnya lebih besar," ungkapnya.

Begitu juga, dengan administrasi tentunya sangat sulit, sebab banyak para guru di pelosok Muratara jarak tempuh yang tidak terjangkau.  Suheriah sangat berterima kasih saat rapat kepala sekolah Sekda Muratara berkenan hadir untuk mendengarkan keluhan para guru.
Sementara itu Sekda Muratara, H. Abdullah Makcik meminta para kepala sekolah untuk bersabar dengan regulasi yang mengembalikan kebijakan pendidikan ke Provinsi. Abdullah Makcik menyatakan kondisi para guru sama halnya dengan orang yang baru nikah. Sangat wajar apabila masih serba perbaikan.

Namun pihaknya yakni pemerintah Kabupaten Muratara tidak akan meninggalkan pendidikan seutuhnya.

"salah satunya yakni operasional mobil untuk kepala SMA dan SMK tidak ditarik pemerintah,“ ungkapnya

Sambung Sekda, pemerintah kabupaten Muratara sangat konsen dengan dunia pendidikan yakni tercantum dalam visi misi bupati dan wakil bupati Muratara yakni mewujudkan masyarakat yang cerdas.


"meski regulasi nya ke Provinsi, kita tetap perhatikan pendidikan. Kita minta para guru bekerja maksimal. Dalam menyiapkan SDM yang berkualitas demi kebangkitan Muratara bersaing dengan kabupaten kota lain,pungkasnya.

Kamis, 09 Maret 2017

Hari Bersejarah bagi Guru TPQ Kecamatan Karang Jaya

"Kendali Kenakalan Anak Melalui TPQ"
Karang Jaya - SeputarKito.com, guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Kecamatan Karang Jaya pada hari Kamis, 9 Maret 2017 mengadakan forum silaturahmi guru TPQ yang digelar di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Karang Jaya.

Forum silaturahmi ini, dirancang dan diadakan oleh perusahaan pertambangan emas PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) yang beroperasi di bukit Tembang Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Menurut Kepala KUA Mahipal, S.Ag, Kecamatan Karang Jaya, forum ini belum pernah dilakukan tahun sebelumnya. Baru kali ini, forum silaturahmi temu guru TPQ ini digelar atas rancangan dan dukungan perusahaan pertambangan emas PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) dan ini merupakan sejarah baru bagi semua guru TPQ Kecamatan Karang Jaya. Pasalnya, menurut Mahipal kegiatan ini sangat positif sehingga semua guru TPQ dapat berbagi cerita dan pengalamannya.

“kami dari pihak KUA Karang Jaya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak perusahaan PT DNS yang sudah memfasilitasi para guru TPQ Kecamatan Karang Jaya sehingga hari ini merupakan hari bersejarah bagi guru TPQ Kecamatan Karang Jaya,” tutur Mahipal saat menyampaikan kata sambutan didepan para guru TPQ, Karang Jaya, 9/3/2017.


Ditempat yang sama pihak perusahaan PT DNS melalui bidang Corporate Sosial Resposibility (CSR) terus aktif dan berinovasi untuk mendukung kegiatan keagamaan di wililayah kerjanya. Hal ini disampaikan oleh Superintenden CSR PT DNS, Muhammad Atiq Zambani dihadapan 34 orang guru TPQ. ia sampaikan, sejak dua bulan terakhir,  CSR PT DNS  sudah melakukan lima kegiatan keagamaan diantaranya: Pertama, aktif mengadakan pengajian majelis taklim. Kedua, telah sukses menyalurkan bantuan material bangunan Masjid di Desa Terusan, Desa Suka Menang, Dusun Sungai Begok dan Dusun KMPI. Ketiga, mengadakan pengajian untuk santri TPQ dan temu santri TPQ dengan mengusung tema generasi asmaul khusna, Keempat, mengadakan forum silaturahmi temu guru TPQ.

“kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu pengajian anak-anak TPQ. Dengan lantaran kegiatan ini, diharapkan terciptanya generasi asmaul khusna,” jelas Zambani saat menyampaikan kata sambutan di hadapan guru TPQ, Karang Jaya, 9/3/2017.

Tidak hanya hari yang bersejarah, semua guru TPQ dibekali metode pembelajaran TPQ plus. selain itu, semua guru diberi seragam pakaian mengajar, paket Al-Qur’an dan Iqro’, buku induk santri, buku hafalan sholat dan artinya, buku hafalan asmaul khusna,  dan buku doa-doa pendek dari CSR PT DNS.

Sementara itu, Rosmawati (37) guru TPQ Baiturohim II Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara mengucapkan rasa terima kasihnya kepada CSR PT DNS. Ia sangat senang dengan adanya forum ini, Menurutnya kegiatan ini sangat baik dan berguna bagi guru TPQ untuk mendidik anak didiknya menjadi anak yang soleh.


“terima kasih kepada PT DNS yang peduli dengan kemajuan pendidikan Qur’an. Semoga pemberian dari PT DNS ini berguna bagi kami guru TPQ untuk mendidik santri kami menjadi anak yang soleh,” ungkapnya.