Tampilkan postingan dengan label Info Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juli 2017

Demi Transparansi, Pemdes Lubuk Kumbung Pampang Baliho APBDes 2017

Muratara - SeputarKito.com, Meskipun baru bersifat imbauan, bagi Pemerintah 
Desa (pemdes) Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sudah mulai melakukan perintah Kementerian Desa untuk memasang spanduk atau baliho APBDes di Desanya.

Menurut kepala Deaa Lubuk Kumbung, Muhammad Halian, dia belum mendapatkan perintah secara resmi untuk memasang baliho baik dari pemerintah Kabupaten Muratara, Provinsi  maupun pusat. Namun, dia katakan semua itu demi transparansi. 

“Jujur kita belum terima surat edaran yang mewajibkan agar memasang baliho tersebut, baik dari Kemendes ataupun dari pemkab. Namun ini sebagai bentuk transparansi penggunaan APBDes kepada masyarakat, agar masyarakat tahu uang yang masuk berapa dan dibelanjakan apa saja,” ujar Halian, saat wawancara awak media SeputarKito, Lubuk Kumbung, Sabtu, 1 Juli 2017.

Dikatakannya, di era modern saat ini, sudah selayaknya badan atau lembaga yang menggunakan atau membelanjakan uang negara harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Masyarakat, menurutnya, harus menjadi kontrol dan mitra pemerintah untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar pembangunan di tingkat desa bisa maksimal.

“Selain itu, dengan begini tugas pemerintah desa lebih mudah. Kita tidak perlu menjelaskan tentang APBDes kepada perorangan, tinggal yang mau tahu silakan datang ke balai desa dan bisa dilihat langsung. Tapi kalau ada yang bertanya tetap kita kasih penjelasan,” imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Karang Jaya, Afrizal, mengapresiasi langkah Desa Lubuk Kumbung yang sudah berani melakukan transparansi penggunaan anggarannya.

Menurutnya, hal tersebut alangkah baiknya juga diikuti oleh dinas atau instansi, baik oleh SKPD atau sekolah yang menggunakan dana BOS.

Sehingga Kabupaten Muratara bisa menjadi contoh untuk transparansi akuntabilitas dan anggaran bagi wilayah-wilayah lainnya.

“Dua jempol untuk desa-desa yang sudah berani pasang. Apalagi kalau sekolah dan dinas juga pasang. Pokoknya, setiap pengguna anggaran kalau bisa harus pasang,” paparnya.

Laporan : Supriyadi 
Editor : Dwi Irmayanti

Selasa, 09 Mei 2017

Aktivitas Jalan Lubuk Kumbung Terganggu Akibat Excavator PT CLBB Mogok

Lubuk Kumbung - SeputarKito.com, alat berat excavator type PC 200 milik perusahan Citra Loka Bumi Begawan (CLBB) yang rusak di jalan penghubung Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara menganggu aktivitas transportasi warga Desa  Lubuk Kumbung dan sekitarnya, Selasa, 9 Mei 2017. 

Pantauan wartawan SeputarKito.com, dilokasi, alat berat yang sudah mangkrak selama tiga bulan sejak bulan Februari 2017 ini belum juga diambil oleh pemiliknya. 

Hal ini diakui oleh Aan (32) warga Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan  Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Menurutnya, alat berat tersebut sangat mengganggu aktivitas transportasi dijalan desanya. Pasal, excavator tersebut tersebut menduduki bahu jalan menuju ke Desa Lubuk Kumbung. 

"Excavator punyo PT CLBB yang mangkarak dijalan Desa kami tersebut sangat mengganggu aktivitas transportasi jalan," katanya saat diwawancarai melalui telpon, Lubuk Kumbung, Selasa, 9 Mei 2017. 

Lanjutnya, seharusnya excavator yang rusak itu, seharus cepat-cepat dipindahkan dari bahu jalan. Baginya, jangan sampai menganggu aktivitas warga. 

"Alat berat itu harus cepat dipindahkan jangan sampai menganggu kelancaran aktivitas warga," tambahnya. 

Sementara itu, kepala Desa Lubuk Kumbung, Muhammad Halian membenarkan adanya excavator milik perusahaan sawit PT CLBB.  Selain itu ia berharap kepada pihak terkait untuk dapat segera memindahkan alat berat tersebut. 

"Alat tersebut sudah lama berada dibahu jalan menuju Desa kami, kami berharap supaya alat itu cepat dipindahkan," tutupnya. 

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

Korban Tenggelam Dan Hayut Di Sungai Rupit Ditemukan


Rupit - SeputarKito.com, Gabril Sepriansyah alias Dedek (5) anak Ujang, warga KBM Kelurahan Rupit RT 10 Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang tenggelam di sungai Rupit sekitar pukul 14.30 WIB pada hari Minggu (7/5/2017) lalu sudah ditemukan oleh Tim gabungan Tagana Muratara, SAR Sumsel, TNI, Kepolisian, Masyarakat di Kelurahan  Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa, 9 Mei 2017.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muratara, Zainal Arifin Daud melalui akun facebooknya menuliskan bahwa pihaknya bersama tim Tagana Muratara, TNI, Kepolisian dan Tim SAR Sumsel sudah menemukan mayat Gabril yang hilang di sungai Rupit.

"Alhamdulillah, Mayat Gabril yang tenggelam di Sungai Rawas pada hari Minggu, (7/5/2017) sudah di temukan di Desa Karang Dapo," tulis Zainal.

Lanjutnya, Dia bersama tim gabungan mengucapkan terimas kasih atas partisipasi semua pihak selama dua hari proses pencarian mayat Gabril.
"Terima kasih kepada semua pihak, tim SAR Sumsel, Tagana Muratara, Koramil Rupit, Dinkes (Puskesmas Rupit), Polsek Rupit dan Masyarakat Desa Pantai, Desa Rantau Kadam dan Kelurahan karang Dapo yang sudah ikut berpartisipasi menemukan mayat Gabril,” katanya.

Sebelumnya, menurut keterangan Mir (30) korban Gabril bersama adik sepupunya Regi (3) warga yang sama main kapal-kapalan di pinggir sungai Rupit, namun tiba-tiba korban tergelincir dan langsung tenggelam. Bahkan korban sempat melambaikan tangan, namun karena kondisi dalam keadaan sepi maka korban tidak ada yang bisa menyelamatkan.

Melihat korban tidak muncul ke permukaan, Regi pulang dan memberitahukan kepada ibunya bahwa korban tenggelam. Ibu Regi langsung melihat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun melihat korban tidak ada, kemudian langsung memberitahukan kepada orang tua korban. Mendapat kabar tersebut, ibu korban langsung menangis histeris.

"Dedek itu tenggelam karena tergelincir, kemudian aku pulang ke rumah dan memberitahu ibu bahwa Dedek tenggelam, “ungkapnya.


Ditempat yang sama, Mir (30) ibunda Regi mengatakan bahwa setelah mendapatkan keterangan dari anaknya itu, dia pun langsung memberitahukan kepada ibu korban merupakan kakak perempuannya. "Ya langsung aku beritahukan kepada ibu korban dan langsung memberitahu keluarga untuk melakukan pencarian, “katanya.

Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

Minggu, 07 Mei 2017

Desa Terusan Juara Umum Pada Festival Anak Sholeh Kecamatan Karang Jaya

Karang Jaya - SeputarKito.com, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Jaya bekerjasama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) gelar acara Festival Anak Sholeh yang dipusatkan di Aula Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada hari Minggu, 7 Mei 2017.

Acara yang berlangsung satu hari ini, diikuti oleh 600 peserta dari 36 Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) pada lima Desa yaitu Desa Suka Menang, Desa Terusan, Desa Rantau Telang, Desa Tanjung Agung dan Desa Muara Tiku. Masing-masing peserta menunjukkan kebolehan bakatnya di bidang hafalan Asmaul Khusna, lomba praktek sholat baca dan artinya, lomba hafalan juz'ama dan artinya, lomba bacaan doa sehari-hari dan artinya.

Ketua panitia pelaksana, Baron Dianto, S.Ag, mengumumkan pemenang juara dari masing-masing perlombaan mendapatkan 24 peserta yang menjadi pemenang. Desa Terusan menjadi juara umum pada festival anak sholeh ini, disusul juara kedua Desa Suka Menang dan Desa Tanjung Agung sebagai juara umum ketiga.

"Dari hasil penilaian dewan juri tadi, pemenang juara umum pada perayaan festival anak sholeh ini dimenangkan Desa Terusan sebagai juara satu, Desa Suka Menang juara dua dan Desa Tanjung Agung Juara tiga," jelas Baron.


Lanjutnya, penilaian pemenang dinilai langsung oleh dewan juri dari pondok pesantren Kota Lubuklinggau. Bagi peserta yang berkesempatan menang berhak membawa piala, sertifikat dan uang tunai.

"Masing-masing 24 peseta pemenang berhak membawa pulang piala, setifikat dan uang tunai," tambahnya.

Ditempat yang sama, Sefta Yuda (10) yang didampingi oleh Markoni (40) guru TPA nya, mengaku senang mendapat juara satu pada pembacaan hafalan asmaul husna. Dia katakannya, tidak disangka mendapat juara satu yang bisa mengharumkan nama TPA Marakobilla, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

"Senang nian dapat juara satu, dak disangko dari kerja keras latihan kami membuahkan hasil yang mengharumkan nama TPA Marakobilla, Desa Terusan," ucapnya dengan rasa senang..


Laporan: Supriyadi
Editor: Dwi Irmayanti

Kamis, 04 Mei 2017

Ishak Mekki: Muratara Terancam Human Traficking

Muratara - SeputarKito.com, pemerintah daerah kabupaten (pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) mengelar acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di halaman kantor Bupati Muratara, Kamis, 4 Mei 2017. 

Pada acara ini dihadir langsung oleh wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Ishak Mekki, yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan pidatonya,  Ishak menyampaikan bahwa perdagangan orang atau Human Traficking adalah ancaman serius negara, maka dari itu Pemerintah sangat serius untuk melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan. Tidak terkecuali juga di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

"Perdagangan orang merupakan ancaman serius negara kita, pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten sangat serius melakukan upaya terjadinya human traficking di negeri kita," ujarnya saat menyampaikan pidatonya, Rupit, Kamis, 4 Mei 2017. 

Menurutnya, sasaran para pelaku tindak pidana perdagangan orang adalah perempuan dan anak-anak yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan himpitan ekonomi. 

"Kasus tindak pindana perdagangan orang rata-rata yang menjadi korbanya adalah perempuan dan anak-anak. Hal ini dikarenakan masalah ekonomi serta rendahnya pendidikan," tambahnya. 

Dia berharap kepada semua elemen baik masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang.

"Diharapakan masyarakat untuk lebih waspada dan jangan tergiur dengan gaji tinggi dan tak wajar yang di tawarkan, apalagi tidak sesuai dengan tingkat pendidikan," pinta Ishak.

Ishak mekki juga meyakini di bawah kepemimpinan Syarif-Devi, pembangunan di Kabupaten Muratara akan sejajar dengan kabupaten lainnya.

Senada, H Devi Suhartoni Wakil Bupati Muratara berharap peran serta masyarakat dan pemerintah, baik itu pemerintah desa sampai kabupaten dapat lebih ditingkatkan dalam hal pencegahan terpadu.

"Untuk saat ini di kabupaten Muratara belum ada laporan korban kasus tindak pidana perdagangan orang," imbuh Wabup.


Laporan: Ucok Sevrawan
Editor: Dwi Irmayanti

Ambulan Perindo Muratara Bantu Antar Jenazah Korban Lakalantas


Karang Jaya-SeputarKito.com, partai Persatuan Indonesia (Perindo) melalui Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ikut perhatin terhadap korban lakalantas di jalan Lintas Sumatera Dusun VII, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara pada pukul 19:00 WIB, Rabu, 3 Mei 2017. 

Pengurus DPD Perindo Muratara, Icandra Tanjung setelah mendapat informasi dari medsos langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membesuk para korban di Puskesmas Karang Jaya. 
Menurut Icandra Tanjung, lakalantas ini menimpa satu keluarga dari warga Kem 200 Perumahan Lonsum,  Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni Fitria (31), Lia (28) dan Robi (6) sedangkan empat lainnya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Sobirin Lubuk Linggau yakni Rojali (40), Setia Budi (45), Wawan (18) dan Ulfa (6).

"Begitu dapat kabar kita langsung meluncur ke TKP dan Puskesmas Karang Jaya untuk membantu saudara kita yang mendapatkan musibah," terang Icandra Tanjung saat membesuk para korban, Karang Jaya, Rabu, 3 Mei 2017. 
Katanya, sebagai manusia tentu kita peduli dengan musibah yang dihadapkan orang lain. Dikesempatan itu, dia berusaha membantu semampunya dengan menolong yang luka-luka dan mengantar korban yang meninggal dunia dengan ambulan periode. 

"Selain kita berharap kepada keluarga untuk tabah dan sabar kita juga membantu mengatar pulang korban yang meninggal dunia dengan menggunakan mobil ambulan perindo," tambahnya. 

Diketahui dari saksi mata,  Bustomi (50) kecelakaan tabrakan ini terjadi saat tujuh orang penumpang yang dikemudi oleh Satya Budi (45) mini bus Terios  nopol BG 1516 GA melaju kencang dari arah Lubuklinggau bertabrakan dengan mobil tangki nopol BG 8587 UH dari arah berlawanan. 

"Mobil Terios tadi datang dari arah Lubuklinggau. Itu mobil taksi yang membawa pulang penumpang usai belanja. Penumpangnya ada enam orang dan satu sopir," terang Bustomi.

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

Rabu, 03 Mei 2017

Tabrakan Maut Di Jalan Lintas Sumatera, Desa Terusan

Terusan-SeputarKito.com, telah terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dijalan lintas Sumatera, Dusun VII (Aiko), Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, pukul 19:00 WIB, Rabu, 3 Mei 2017. 

Menurut saksi mata,  Bustomi (50) mobil mini bus Terios dengan Nomor Polisi BG 1516 GA melaju kencang dari arah Lubuklinggau menuju Rupit, bertabrakan dengan mobil tangki pengangkut minyak mentah dengan nopol BG 8587 UH dari arah berlawanan.

"Mobil Terios tadi datang dari arah Lubuklinggau. Itu mobil taksi yang membawa pulang penumpang usai belanja. Penumpangnya ada enam orang," terang Bustomi.

Lanjutnya, enam korban penumpang dan satu orang sopir mobil Terios yang dikemudi oleh Satya Budi (45) warga Kem 200, Air Bening , Rawas Ilir, Muratara sudah dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya. Sedangkan sopir dan penumpang mobil tangki pengangkut minyak mentah milik PT Saliraya Merangin II tidak diketahui keberadaannya di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Tadi korban dalam mobil Terios sudah kita bantu untuk dilarikan ke Puskesmas Karang Jaya, sedangkan sopir dan penumpang mobil tangki minyak tidak diketahui keberadaanya," tambahnya. 
Sementara itu, Icandra Tanjung yang mendapatkan informasi dari media sosial langsung membesuk para korban di Puskesmas Karang Jaya. Menurutnya, dari enam orang penumpang  dan sopir mobil Terios tersebut tiga orang meninggal dunia yaitu Fitria (31), Lia (28) dan Robi (6) sedangkan empat orang lainnya diralikan kerumah sakit Lubuk Linggau. 

"Begitu dapat informasi, kita langsung meluncur ke TKP dan Puskesmas Karang Jaya untuk membesuk para korban. Tadi ada tiga orang yang meninggal dunia yang kesemuanya adalah warga Kem 200 Perumahan Lonsum, Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir," jelas Icandra Tanjung. 

Laporan: Supriyadi 
Editor: Dwi Irmayanti 

DESA PONGGOK HASILKAN 6,5 M PERTAHUN

Foto: Sumber (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)
MADIUN-SeputarKito.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo meminta para kepala desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mencontoh kinerja aparat Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Menurut Eko, kreativias aparat desa di Kecamatan Polanharjo itu mampu mendongkrak pendapatan pengelolaan pemandian tua yang sangat fantastis di daerah itu dari Rp 5 juta per tahun menjadi Rp 6,5 miliar per tahun.

Yang dimaksudkan Eko adalah bekas tempat pemandian tua yang tidak terurus di desa tersebut. Pemandian itu kemudian dibenahi dan kini menjadi salah satu destinasi menarik di Klaten. Obyek wisata bernama Umbul Ponggok itu kian terkenal setelah foto-fotonya tersebar ke media sosial.

"Setelah dirapikan, dikasih sofa, motor, kuda lumping, ikan, dikasih kamera di dalam air. Jadi para pengunjung bisa berenang sambil selfie di dalam air," kata Eko saat berkunjung di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin 26 September 2016.

Setelah disulap menjadi obyek wisata kekinian, kata Eko, pemandian Ponggok mampu mengundang wisatawan dari berbagai daerah. Kini badan usaha milik desa (BUMDes) tersebut mampu memperoleh pendapatan Rp 6,5 miliar per tahun dengan keuntungan bersih mencapai Rp 3 miliar dari tempat tersebut.

"Keuntungannya digunakan untuk pemberdayaan usaha BUMDes yang lain. Usaha itu mulai dari penyediaan fasilitas air bersih, homestay hingga tempat makan," kata Eko.

Menurut dia, kesuksesan aparat Desa Ponggok mendongkrak pendapatan dari pengelolaan pemandian tua itu bukan tanpa sebab. Aparat desa setempat mendirikan BUMDes yang mampu mempercepat terwujudnya desa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa. Kondisi itu menjadikan BUMDes Ponggok sebagai percontohan nasional.

Eko mengatakan, tahun ini pemerintah pusat memberikan bantuan dana sebanyak Rp 46, 8 triliun kepada 74.754 desa di seluruh Indonesia. Rata-rata setiap desa mendapatkan dana sebesar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Masih ada tambahan bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten dengan besaran nilai berbeda-beda di setiap Desa.

Eko menjelaskan, dana desa tiap tahun akan ditingkatkan. Tahun ini jumlahnya hampir 47 triliun dan ditingkatkan menjadi Rp 70 triliun. Pada tahun berikutnya, akan bertambah lebih besar lagi dari Rp 70 triliun menjadi Rp 103 triliun, dan naik lagi menjadi Rp 111 triliun di periode berikutnya.

Ditemui di tempat yang sama, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika mengatakan, saat ini hanya 13.000 desa yang memiliki BUMDes.

Sekertaris Daerah Kabupaten Madiun Tontro Pahlawanto menyebutkan bahwa pada 2016 sudah terdapat 72 BUMDes di Kabupaten Madiun. Hanya saja, keberadaan BUMDes masih dalam tahap pembentukan kelembagaan, "Orientasi desa tahun ini masih ke arah infrastruktur," kata Tontro.

Sumber: Kompas
Editor: Dwi Irmayanti

TAMPIL BEDA DARI BIASANYA PADA PERAYAAN ISRA MI'RAJ DESA RANTAU TELANG


Rantau Telang-Seputarkito.com, Himpunan pemuda pemudi Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang tergabung dalam Ikatan Remaja masjid (Irmas)  mengelar perayaan Hari Besar Islam pada peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H.

Pantauan wartawan SeputarKito.com, acara perayaan Isra Mi'raj Nabi Muhammad yang digelar di Masjid At-Taqwa,  Desa Rantau Telang, pada hari Sabtu, 29 APRIL 2017 lalu berjalan lancar dan sukses dengan penceramah ustaz Aidil Fitrisyah Musa dan dihadiri oleh ratusan masyarakat Desa Rantau Telang dan sekitarnya.

Menurut ketua pelaksana, Ucok Sevrawan, acara ini tampil beda dari tahun ketahun dengan tingkat animo masyarakat yang tinggi, "Perayaan isra miraj kali ini digelar agak berbeda dari Tahun sebelum nya, yang mana pada tahun sebelum nya belum begitu meriah dan antusias nya masyarakat dalam menyambut isra mi'raj kali ini," terang Ucok saat berbicang dengan SeputarKito.com, Rabu, 23 Mei 2017. 

Tambahnya, perayaan Isra Miraj ini sudah terancang sebelumnya dari jauh-jauh hari oleh ikatan remaja Masjid Rantau Telang dengan menggandeng ustaz Aidil Fitrisyah Musa dari Kota Lubuk Linggau. Selain itu, dia ucapkan rasa terimah kasihnya kepada kepala Desa Rantau Telang yang suport terhadap kegiatan ini IRMAS Desa Rantalu Telang.

Ditempat yang sama, Kades Desa Rantau Telang Arozak, mengaku  bangga dengan kerja keras pemuda-pemudi Desanya. Ia senang dan bangaa terhadap semangat acara yang sudah berjalan sesuai harapan.

“Terima kasih atas dukungan atas kerja keras pemuda-pemudi Desa Rantau Telang. Kita bangga memiliki Irmas yang antusias dan semangat mengadakan acara seperti ini sehingga masyarakat merasa bangga dengan pemuda pemudi desa Rantau telang yang kreatif dan inovatif,” jelas Arozak saat menyampaikan kata sambutan pada perayaan Isra Mir’aj, Rantau Telang, Sabtu, 29 April 2017.

Sementara itu, penceramah ustaz Aidil Fitrisyah Musa menyampaikan inti dari perayaan Isra Mir’aj adalah meneladani sifat Rasul SAW, karena menurutnya, berkat perjuangannya yang begitu besar dan kuat umat Islam dapat menikmati manfaat dan hikmah di balik perjuangannya. 

“Inti dari perayaan Isra Mi’raj adalah meneladani sifat Rosul dan menerapkan sholat lima waktu dalam kehidupan sehari-hari berkat perjuangan Nabi Muhamad, kewajiban sholat kita yang jumlah dulu berjumlah 50 raka'at menjadi 5 raka'at,” terang ustaz Boy saat menyampaikan ceramahnya.

Ditambahkan ustaz Gaul, sapaan akrabnya, “Andai saja sholat kita di tetapkan 50 raka'at mungkin manusia di muka bumi tidak sanggup menjalani nya,” imbuhnya.


Di akhir ceramahnya, dia berpesan kepada jamaah untuk dapat mengambil makna dan hikmah dalam peringatan Isra Mi'raj, “Apa yang kita lakukan untuk masa akhirat kita amalkan, apa yang pernah kita lakukan untuk kebaikan dan orang lain kita kerjakan,” ajaknya.

Laporan: Ucok Sevrawan
Editor: Dwi Irmayanti

Rabu, 26 April 2017

CATATAN DIBALIK PENGHARGAAN MURATARA

Muratara-SeputarKito.com, Penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sebagai Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB) bekinerja terbaik di wilayah bagian barat tahun 2017 pada 25 April 2017 lalu, selain mendapat apresiasi masyarakat ternyata juga menimbulkan banyak tanya.

Seperti yang diungkapkan salah satu pemuda Muratara, Abdul Aziz kepada SeputarKito.com, Rabu 26 April 2017. Dikatankannya, perlu penjelasan lebih detail terhadap indikator pencapain tersebut sehingga Muratara mendapat penghargaan pada Otoda ke-XXI di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 25 April 2017.

“Saya pribadi tentu sangat mengapresiasi dengan Pemerintah Muratara atas penghargaan ini, akan tetapi perlu dijelaskan indikator-indikator apa dari pencapaian yang dinilai baik, sehingga Pemkab Muratara mendapat penghargaan tersebut,” terangnya.

Baca juga: Lima Pencapaian, Muratara Dapat Penghargaan

Ditambahkannya, penghargaan yang didapatkan Muratara melalui Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Muratara ini belum menjadi kepuasan masyarakatnya. Pasalnya, penghargaan itu tidak singkron dengan kenyataan di Muratara.

Menurut Aziz, selain rasa senang dan bangga atas pemberian penghargaan oleh Kemandagri kepada pemkab Muratara. Dia juga prihatian dibalik penghargaan pencapaian tersebut. Sebab, baginya pencapaian Muratara itu belum subtansial.

"Pencapaian itu belum subtansial contoh dibidang pendidikan, masih banyak anak-anak yang putus sekolah di desa-desa Kabupaten Muratara. Masih ditemukan pembangunan fasilitas umum yang tidak memadai.  Misalnya, masih banyak jalan yang rusak dan berlobang," jelas Aziz.

Kembali dia katakan, masih banyak lagi pekerjaan rumah Pemkab Muratara harus tuntaskan. Selain itu, dia berharap pemkab terus memicu semangatnya dalam bekerja untuk melepas status Muratara dari daerah tertinggal. Dijelaskannya, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, layanan umum dan tata kelolah keuangan daerah.

"Pemkab Muratara harus lebih giat lagi untuk bekerja dengan harapan Muratara terlepas dari daerah tertinggal, misalnya, keamanan, masih banyak pemberitaan yang menyebutkan salah satu Desa di Muratara kampung begal," harapnya.

Senada dengan Aziz, kepala Sekolah Dasar (SD) Muara Batang Empuh, Nurhamda, beranggapan pemerintah daerah Muratara masih kurang perhatian terhadap pendidikan. Menurutnya, meskipun sekolahnya mendapat peringkat akreditasi B belum sebanding dengan sarana prasarana pada umumnya.

"Senang kita mendapatkan penghargaan itu. Tapi sayang, dibalik itu belum ada bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah terhadap fasilitas, sarana, prasarana, dan penunjang lainnya," tuturnya.

LIMA PENCAPAIAN, MURATARA DAPAT PENGHARGAAN


Sidoarjo-SeputarKito.com, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dinobatkan sebagai Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB) bekinerja terbaik di wilayah bagian barat tahun 2017 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal itu ditandai dengan penghargaan dari dirjen otonomi daerah Dr. Sumarsono, M.DM, yang diterima langsung oleh bupati Muratara, Drs. H. Syarif Hidayat MM, di alun-alun Kota Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Selala, 25 April 2015.

Penghargaan yang diterima oleh Syarif, merupakan keberhasilan Muratara dalam capaian terhadap peningkatan di bidang kebutuhan dasar, dibidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar. Selain itu, capaian terhadap pelayanan umum dan pengelolaan keuangan daerah.

“Alhamdulillah, Muratara dinilai baik dimata pemerintah pusat, dibidang kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pelayanan umum dan pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.

Dikatakan bupati Mutarara,  dia berterima kasihnya kepada semua pihak. Lebih-lebih kepada jajaran pemerintah kabupaten Muratara yang dia anggap telah berupaya untuk lebih baik lagi. Menurutnya, dengan adanya penghargaan ini, diharapkan menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja.

“Kita harus mempertahankan dan meningkatkan lagi kinerja kita. Sekali lagi, terima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak, terlebih kepada masyarakat, aparat keamanan TNI dan Polri,” ungkapnya.

Baca Juga: Catatan Dibalik Penghargaan Muratara

Penghargaan yang diterima Pemkab Muratara ini, berketepatan pada peringatan Hari Otoda ke-XXI oleh Dirjen Otoda kementerian dalam Negeri  (Kemendagri). 
Dirjen Otoda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merincikan, ada 542 dari 34 Provinsi, 415 Kabupaten dan 93 Kota Pemerintah daerah yang di Evaluasi Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah “EKPPD” bedasarkan Laporan Penyelengaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Evaluasi dari Dirjen Otoda Kementerian Dalam Negeri  (Kemendagri) dilakukan secara terukur dengan melibatkan beberapa kementerian (Kemandagri, Kementerian PAN/RB, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Setneg, BAPPENAS, BKN, BPKP, BPS dan LAN) terhadap provinsi, kabupaten/kota untuk memotret kinerja penyelengaraan pemerintah daerah, dari aspek manajemen pemerintah.

Selasa, 25 April 2017

RBH GUGAT PRAPERADILAN POLRES MUSI RAWAS

Foto: Ilustrasi Praperadilan
Lubuklinggau-SeputarKito.com, Rumah Bantuan Hukum (RBH) kota Padang, Sumatera Barat melakukan gugatan praperadilan terhadap Polres Musi Rawas No Registrasi No. 3/pid. pra/2017/pn.llg atas kasus penahanan M. Hatta (52) warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Direktur RBH Padang, Sahnan Sahuri Siregar, S.H, M.H, melakukan upaya hukum dengan gugatan praperadilan terhadap kasus M. Hatta. Rencananya, akan diselenggarakan pada hari Rabu, 26 April 2017. Menurutnya, kuat dugaan pihak penyidik Polres Musi Rawas melakukan ke sewenang-wenangan (abuse of power). Berdasarkan Putusan pengadilan negeri Lubuk Linggau dengan No. 763/Pid.B/2016/PN.LLG.

“Praperadilan yang sudah kita ajukan akan diselenggarakan besok (26 April 2017), Adapun gugatan Praperadilan tersebut dilakukan karena kuat dugaan pihak penyidik Polres Musi Rawas melakukan tindakan ke sewenang-wenangan, karena telah melakukan penetapan tersangka, penangkapan dan Penahanan terhadap klien kami,” jelasnya melalui pesan singkat kepada SeputarKito.com, Lubuklinggau, Selasa, 25 April 2017.

Baca juga: SUDANG GUGATAN PRAPERADILAN HATTA DITUNDA

Ditambahkannya, Saudara Hatta di tangkap dan ditahan menjelang satu hari bebas menjalankan hukumnya. Atas tindakan penyidik Polres Musi Rawas tersebut, tim Rumah Bantuan Hukum meyakini bahwa telah melanggar ketentuan Pasal 76 ayat (1) KUHP, “Itu pelanggaran ketentuan Pasal 76 ayat (1) KUHP atau yang dikenal dengan asas Ne Bis In Idem orang tidak dapat di tuntut dua kali atas peristiwa hukum yang sama,” tambahnya.

Katanya, penetapan tersangka, penangkapan dan Penahanan oleh Penyidik terhadap saudara M. Hatta berdasarkan surat perintah penangkapan No. SP. Kap/96/III /2017/Reskrim dan Surat Perintah Penahanan No. SP. Kap/93/III/2017 tertanggal 19 Maret 2017 beserta dengan BAP pada 10 November 2016 sesungguhnya telah melakukan penyidikan kembali dengan objek dan subjek hukum yang sama terhadap putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

“Kesamaan atas rangkaian peristiwa dapat di lihat pada fakta dan pertimbangan putusan No. 763/Pid.B/2016/PN.LLG halaman 18 dan 19, maka alat bukti yang dijadikan sebagai batu uji pula terhadap peristiwa pidana yang kedua pada kasus yang sama ini,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Jubir Tim Advokasi RBH Padang, Abdul Aziz, S.H, menilai tindakan penetapan kasus ini, untuk menjamin adanya ke kepastian hukum.

“Seharusnya penyidikan yang melakukan untuk kasus atau peristiwa hukum yang sama haruslah dinyatakan tidak sah dan melanggar hukum melalui Mekanisme Praperadilan. Hal ini bersesuaian dengan Surat Edaran MA No. 3 Tahun 2002 tentang Ne bis in Idem,” terangnya.

Untuk itu, Aziz, ingatkan kepada semua pihak atas tindakan yang salah atau keliru dari proses penegakan hukum tidak dapat dibiarkan tanpa adanya satu koreksi, jika dibiarkan maka akan terjadi ke sewenang-wenangan yang mengusik rasa keadilan.

Sebagai warga negara yang baik, katanya, agar tercipta nya kepastian hukum maka melalui Mekanisme Pra peradilan lah jalur yang mesti di tempuh, dan team Advokasi Rumah Bantuan Hukum Padang siap menyampaikan argumentasi-argumentasi hukum dalam persidangan. Semoga pengadilan negeri lubuk Linggau dapat menjalankan fungsi nya dengan transparan, adil, jujur dan tidak memihak atas pengaruh apapun, melainkan berdasarkan fakta - fakta hukum,” himbaunya.

Senin, 24 April 2017

ATRIBUT PESIAPAN DEMO PEMUDA MURATARA SUDAH TERPAMPANG

Rupit-SeputarKito.com, Rencana aksi demo pemuda Musi Rawas Utara (Muratara) yang mengatas namakan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Muratara (GPM-Mara) pada hari, Selasa, 25 April 2017 besok sudah terlihat jelas dengan kesiapan atribut dan alat peraga yang sudah disiapkan.

Para pendemo menuntut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Muratara untuk segera memecat staf khusus Bupati Muratara bidang keagamaan dan kemasyarakatan.

Pasalanya, menurut ketua umum GPM-Mara, Redi Kosasi, oknum staf bupati tersebut sudah menodai nilai-nilai agama Islam di Muratara dengan melakukan perbuatan asusila kepada pegawai Dinas Sosial Muratara, (red).

“Kita menuntut kepada pemkab untuk segera mencopot ustadz FI dari jabatannya sebagai staf khusus bupati karena dia telah menodai nilai-nilai agama Islam dan melukai akhlak Muratara,” jelas Rendi melalui pesannya kepada media SeputarKito.com, Rupit, 24 April 2017.

Sebagai pemuda dan penerus generasi bangsa, ia dan massa lainnya terpanggil hatinya untuk menyuarakan kebaikan di bumi Berselang Serunding yang baru saja menjadi daerah otonomi baru.

“Jangan sampai kemaksiatan melanda para pejabat pemerintah daerah Muratara di bumi Muratara” tambahnya.

katanya, dia dengan puluhan peserta aksi demo lainnya akan melakukan aksinya demonya didepan kantor Bupati Muratara. 

Diteruskannya, rencana selanjutnya akan melakukan long march ke gedung DPRD Muratara. 

“Demo kita sudah direncanakan didepan kantor Bupati Muratara, apabila dirasa perlu kita akan berjalan menuju gedung DPRD Muratara untuk melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Arissa Milano (Netizen facebook) menanggapi undagan aksi demo ratusan pemuda Muratara yang sudah beredar tiga hari yang lalu dimedia sosial. Ia anggap biasa-biasa saja, sebab, menurutnya tidak perlu mengadakan aksi demo apabila yang bersangkutan sudah tidak menjabat lagi alias mengundurkan diri.

“Awak tidak mau ikut demo kareno percuma saja, yang mau di demo itu orang yang bersangkutan sudah tidak ada lagi,” tulis komentar Arissa. 

Minggu, 23 April 2017

DPD PERINDO MURATARA PERKUAT STRUKTUR PARTAI

Foto Bersama pengurus DPD, DPC, DPRT, Kader dan Simpatisan Partai Perindo seusai acara konsolidasi. 

Nibung-SeputarKito.com, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) adakan konsolidasi penguat struktur  bagi seluruh kader partai Persatuan Indonesia (Perindo) Muratara di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) Nibung ini berlangsung lancar dan sukses dengan dihadiri ratusan kader,  Nibung, Minggu, 23 April 2017. 

Dalam konsolidasi yang mengusung tema memperkuat "Struktur Organisasi Partai". Ketua pengurus harian DPD PERINDO MURATARA, Afrizal, S. Ag menyampaikan kepada seluruh pengurus DPD, DPC, DPRT dan Organisasi Sayap Perindo untuk terus pererat talisilaturahmi dan komunikasi secara langsung kepada masyarakat untuk menjelas partai Perindo. 

"Partai Perindo kita ini baru berumur 2,5 tahun yang perlu secara berkala untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat secara langsung," jelas Afrizal saat memberi kata sambutan, Nibung,  Minggu, 23 April 2017.

Menurut Pria kelahiran Desa Suka Menanang, Muratara ini, silaturahmi dan komunikasi perlu dilakukan oleh pengurus, kader dan simpatisan kepada lapisan masyarakat merupakan perjuangan yang paling minimal harus bisa dilakukan oleh DPD, DPC, DPRT dan simpatisan. 

"Partai Perindo merupakan partai yang baru berusia 2,5 tahun yang perlu giat kita menjelaskan kepada masyarakat tentang kontribusi partai Perindo kepada masyarakat," tambanya. 

Kembali ia jelaskan, kontribusi partai selama 2,5 tahun belakangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti pemberian gerobak untuk para pedagang, kambing untuk para perternak, bantuan kelengkapan kapal tangkap ikan untuk para nelayan. 

"Pemberian yang diberikan oleh partai perindo itu sangat diperlukan oleh masyarakat. Bayangkan saja, apabila partai Perindo menang dan ada kader yang duduk dilegislatif pusat, provinsi dan daerah, maka tidak menutup kemungkinan harapan kita dapat terwujud," imbunya. 

Selain itu, Afrizal yang didampingi sekretaris DPD PERINDO Muratara, Ican Tanjung, mengingatkan dengan peserta konsulidasi bahwa posisi partai Perindo ditingkat nasional masuk lima besar pilihan masyarakat. 

"Kita harus terus semangat, meskipun partai Perindo dinasioanl masuk diposisi nomor empat sebagai partai pilihan masyarakat," ajaknya. 

Ditempat yang sama, salah satu peserta Jaya (45), warga Desa Nibung dan juga menjabat sebagai pengurus DPRT Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung menyampaikan rasa optimisnya dengan adanya konsulidasi DPD PERINDO Muratara akan berdampak positif bagi partai dan masyarakat Muratara.

"Pertemuan dan silaturahmi ini, penting dilakukan untuk mempererat dan membahasa kebutuhan dan harapan masyarakat," paparnya. 

Selain itu ia berharap, kedepanya akan ada bantuan langsung dari partai perindo untuk daerah DPC Nibung, seperti bantuan-bantuan partai Perindo yang selama ini diterima masyarakat luas Indonesia. 

"Kami berharap daerah kami yang serba terbatas ini dari kebutuhan dasar kehidupan seperti tidak ada listrik, air bersih, jalan rusak mendapat bantuan dari partai Perindo seperti masyarakat lainnya di Indonesia," harapnya. 

Sabtu, 22 April 2017

TIDAK MEMILIKI PAGAR SEKOLAH, KEAMANAN DAN KENYAMANAN BELAJAR DI SDN TANJUNG BERINGIN DIPERTANYAKAN

Foto: Kondisi SDN Tanjung Beringin yang tidak memiliki pagar keliling

Rupit-SeputarKito.com, Sarana prasarana dan fasilitas penunjang lainnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjung Beringin, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) semakin memperhatikan. Lantaran, sudah beberapa kali meminta untuk dilakukan rehab dan pembangunan gedung tapi tak kunjung terealisasi. Ironisnya sekolah tersebut tidak memiliki pagar keliling sekolah sehinga sejumlah guru merasa kualahan dalam mengawasi para pelajar.

Kepala sekolah SD N Tanjung Beringin M Rasyidi melalui guru pengajar Samsuri mengatakan, beberapa tahun yang lalu pihaknya sudah pernah mengajukan proposal, meminta kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan, bahkan pada saat itu pernah mendapatkan respon positif dari Dinas pendidikan untuk pembangunannya, namun sampai saat ini harapan itu terwujud.

"SD N Tanjung beringin masih banyak kekurangan bangunan antara lain belum memiliki Ruang guru, perumahan guru yang sekarang ini lagi rusak dan pagar sekolah hanya bagian depan saja,
sedangkan samping kiri dan kanang termasuk belakang belum ada," terangnya, Rupit, Juma’at, 21 April 2017.

Samsuri berharap, kepada pemerintah daerah atau melalui instansi terkait kira nya dapat meninjau langsung ke lapangan untuk melihat apa yang di butuhkan oleh pihak sekolah, karena dengan fasilitas yang serbah kekurangan, dunia pendidikan tidak akan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.


Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara Abdul Rahman Wahid melalui kabid pembinaan dasar (dikdas) Abdul Kadir Mengatakan, pembangunan masih menunggu tahapan verifikasi, mengingat daerah kita masih baru, tentunya pihaknya akan melihat yang mana yang akan di prioritaskan terlebih dahulu termasuk SDN Tanjung Beringin.

"Sejauh ini pihaknya belum pernah mendapatkan laporan atau keluhan dari SDN Tanjung Beringin, tetapi pihaknya akan segera turun kelapangan. Untuk meninjau ke lokasi serta akan mendengar langsung keluh kesah dari kepala sekolah, dewan guru dan siswa/i SDN Tanjung Beringin," ungkapnya
.

Kadir melanjutkan, ke depan akan memverifikasi sekolah mana yang lebih membutuhkan akan diusulkan untuk di bantu, namun diharapkan kepada kepala sekolah atau pun dewan guru bersabar karena itu semua butuh proses
.

Penulis: Zul
Editor: Dwi Irmayanti

Jumat, 21 April 2017

HARI KARTINI, PELAYANAN DI POLRES MUSI RAWAS UTAMAKAN KAUM PEREMPUAN


Foto: Suasana Pelayan Pembuatan SKCK di Polres Muara Beliti

Musi Rawas – SeputarKito.com Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada tahun 2017 ini, Sat Lantas Polres Musi Rawas dalam hal ini Personel Polwan (Polisi Wanita) bersama dengan seluruh Polwan jajaran Polres Musi Rawas melaksanakan kegiatan yang menarik.

Bertempat diruang-ruang pelayanan Polres Musi Rawas, tampak Polisi Wanita menggunakan pakaian yang tak lazim seperti biasanya, mereka Polwan Polres Musi Rawas menggunakan pakaian adat nasional yaitu Kebaya untuk memperingati Hari Kartini, Beliti, Jumat, 21 April 2017.

Kapolres Musi Rawas AKBP HARI BRATA, SIK melalui Wakapolres Mura Kompol Padmo Arianto, SIK didampingi Kasat Lantas AKP Budi Hartono S, SH, SIK menjelaskan bahwa memang betul Polwan tampil beda hari ini.

“Kami menggelar Polwan menggunakan kebaya, sebagai bentuk penghargaan kita kepada Pahlawan Nasional R.A. Kartini, dimana tonggak awal emansipasi wanita dimulai dari perjuang R.A. Kartini, jadi sudah sepantasnya kita khususnya Polwan menghargai itu,” ujar Waka.

Kemudian Kasat Lantas menambahkan bahwa, “pada sektor pelayanan Samsat dan SIM serta SKCK, Polwan juga kita libatkan menggunakan pakaian kebaya, selain itu untuk menghormati hari kartini pelayanan-pelayanan Kepolisian hari ini di Polres Mura, kita utamakan percepatan bagi kaum perempuan atau istilahnya ladies first” ditambahkan Kasat.

Penulis: Zul
Editor: Dwi Irmayanti

Wabup: Seharusnya Peringatan RA. Kartini Undang Ibu Kades

Foto : Suasana peringatan RA. Kartini di Kantor Bupati Musi Rawas Utara yang tampak sepi.

Muratara-Seputarkito.com, Dalam rangka memperingati RA. Kartini, yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menuai pertanya dari Wakil Bupati (Wabup) H. Devi Suhartoni.

Peringatan hari Kartini yang sebagai partisipasi ibu-ibu DWP dan TP-PKK Kabupaten Muratara sangat disayangkan pejabat Muratara lantaran sepi.

"Yang pertama saya ingin bertanya, kenapa acara ini sepi? Seharusnya seluruh ibu-ibu Kepala Desa diundang," kata Wabup Muratara, H. Devi Suhartoni, saat menyampaikan kata sambutan di puncak peringatan RA. Kartini Kabupaten Muratara, Rupit, Jum'at, 21 April 2017.

Terkait hal itu,  Wabup menghimbau pada ibu-ibu DWP maupun TP-PKK Kabupaten Muratara,  kedepan hendaknya mengundang seluruh ibu Kepala Desa.

"Karena yang menggerakkan seluruh desa kaum perempuan adalah ibu-ibu Kades," imbuh Wabup.

Dianjurkannya, bahwa peringatan RA. Kartini juga sebagai ajang silaturahmi bagi kaum perempuan jadi semangat perempuan harus terus dipacu. "Sehingga semangat Kartini sampai ke desa," pintanya.

Dilanjutkannya,  bahwa peran wanita sangatlah penting, seperti semangat RA. Kartini,  sehingga ibu-ibu dapat membina anak-anak menjadi pintar.

Untuk itu, semangat ibu-ibu harus terus ditanamkan, sehingga dengan adanya pemekaran Kabupaten Muratara ini dirasakan oleh masyarakat desa. "Saya dengan bapak Bupati selalu turun ke desa agar masyarakat merasakan dengan kehadiran pejabat daerah. Kami harapkan ibu-ibupun begitu. Sehingga di atas kelemahan dan kekuatan kita, hanya untuk Muratara Bangkit," paparnya.

Sementara pantauan di lapangan, peringatan RA. Kartini tersebut telah berlangsung sejak Kamis, 20 April 2017-Jumat, 21 April 2017 dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh ibu-ibu SKPD, baik lomba Puisi,  Pakaian Kebaya dan Aneka Masakan. 

Dimana acara puncaknya, yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muratara, pada pukul 09.30 WIB banyak terdapat kursi yang kosong. Lebih kurang separuh kursi yang disediakan tanpa ada tamu undangan.

Penulis: Zul
Editor: Dwi Irmayanti